<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.3 20210610//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.3/JATS-journalpublishing1-3.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" dtd-version="1.3" article-type="research-article">
    <front>

        <journal-meta>

            <journal-id journal-id-type="issn">2829-7911</journal-id> <!-- issn di ubah -->

            <journal-title-group> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <journal-title>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) </journal-title>
            </journal-title-group>

            <issn pub-type="epub">2829-7911</issn> <!-- issn di ubah -->
            <issn pub-type="ppub">2829-7911</issn> <!-- issn di ubah -->

            <publisher> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <publisher-name>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) </publisher-name>
            </publisher>

        </journal-meta>

        <article-meta>
            <article-id pub-id-type="doi">10.55927/jiph.v4i3.98</article-id><!-- DOI ini di ubah -->
            <article-categories/>

            <title-group> <!-- ini judul di ubah dgn judul jurnal/artikel -->
                <article-title>Implementation  of  the  Cooperative  Learning  Model  TGT  (Teams-Games-
                Tournament)  Type  to  Improve  Students'  Reading  Comprehension  Skills  in 
                Grade  IV  of  State  Elementary  School  Cluster  01,  Jiwan  District,  Madiun 
                Regency Academic Year 2023/2024</article-title>
            </title-group>

            <contrib-group> <!-- bagian ini di samakan dgn nama penulis di jurnal -->
                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <given-names>Arina </given-names> <!-- Nama pertama -->
                        <surname>Wanawati</surname> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                    <xref ref-type="corresp" rid="cor-0"/>
                </contrib>

                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <surname>Purwo</surname> <!-- Nama pertama -->
                        <given-names>Purwo</given-names> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                </contrib>

                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <surname> Budiono</surname> <!-- Nama pertama -->
                        <given-names>Suko</given-names> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                </contrib>
            </contrib-group>

            <author-notes>
                <corresp id="cor-0">
                    <p>
                        <bold>Corresponding author:</bold>Arina Wanawati
                        <email> arinawanawati145@gmail.com </email>
                    </p>
                </corresp>
            </author-notes>

            <!-- Bagian ini juga di samakan dgn jurnal -->
            <pub-date-not-available/>
            <pub-date-not-available/>
            <volume>4</volume> <!-- Volume di ubah -->
            <fpage>221</fpage> <!-- Halaman depan di ubah -->
            <lpage>234</lpage> <!-- Halaman belakang di ubah -->

            <!-- Bagian tanggal, bulan, tahun harus diubah sesuai dengan jurnal -->
            <history>
                <date date-type="received" iso-8601-date="2025-07-15">
                    <day>15</day> <!-- tanggal -->
                    <month>07</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>

                <date date-type="rev-recd" iso-8601-date="2025-07-29">
                    <day>29</day> <!-- tanggal -->
                    <month>07</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>
                
                <date date-type="accepted" iso-8601-date="2025-08-22">
                    <day>22</day> <!-- tanggal -->
                    <month>08</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>
            </history>

            <permissions>

                <!-- Ini juga di samakan dengan jenis jurnal, kalau beda, ya di ubah/samakan -->
                <copyright-holder>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) </copyright-holder>

                <license> <!-- Ini gak usah di ubah -->
                    <ali:license_ref xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</ali:license_ref>
                    <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.</license-p>
                </license>

            </permissions>

            <!-- Ini di ubah, diisi dengan judul jurnal -->
            <!-- bagian isi dari xlink:title di ubah dan setelahnya juga judul jurnal diubah -->
            <!-- bagian isi dari xlink:href juga di sesuaikan dengan link jurnal nya -->
            <self-uri xlink:href="https://journal.formosapublisher.org/index.php/jiph" xlink:title="Implementation  of  the  Cooperative  Learning  Model  TGT  (Teams-Games-
            Tournament)  Type  to  Improve  Students'  Reading  Comprehension  Skills  in 
            Grade  IV  of  State  Elementary  School  Cluster  01,  Jiwan  District,  Madiun 
            Regency Academic Year 2023/2024">Implementation  of  the  Cooperative  Learning  Model  TGT  (Teams-Games-
            Tournament)  Type  to  Improve  Students'  Reading  Comprehension  Skills  in 
            Grade  IV  of  State  Elementary  School  Cluster  01,  Jiwan  District,  Madiun 
            Regency Academic Year 2023/2024</self-uri>
            <abstract> <!-- Abstrak di ubah/sesuaikan dengan jurnal -->
                <p>This  research  was  conducted  over  three  months 
                during the second semester with the aim of 
                improving  the  quality  of  Indonesian  language 
                learning, particularly in enhancing students' 
                reading comprehension skills. The research 
                results indicate that using the Teams Games 
                Tournament (TGT) cooperative learning model is 
                effective in improving the reading 
                comprehension  skills  of  fourth-grade  students. 
                Thru this  model,  students  are  encouraged  to 
                work together, participate actively, and are 
                motivated to learn thru educational and 
                enjoyable  game  activities.  Thus,  the  cooperative 
                learning model of the TGT type can be used as an 
                alternative strategy for teaching Indonesian, 
                particularly for reading comprehension material 
                at SDN Segugus 01, Jiwan District, Madiun 
                Regency </p>
            </abstract>

            <!-- ini bagian keyword juga disesuaikan dgn jurnal -->
            <kwd-group>
                <kwd>reading comprehension ability</kwd>
                <kwd>cooperative TGT type</kwd>
                <kwd>subject: Language</kwd>
            </kwd-group>

            <!-- Bagian ini tidak perlu di ubah -->
            <custom-meta-group>
                <custom-meta>
                    <meta-name>File created by JATS Editor</meta-name>
                    <meta-value>
                        <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://jatseditor.com" xlink:title="JATS Editor">JATS Editor</ext-link>
                    </meta-value>
                </custom-meta>
            </custom-meta-group>

        </article-meta>
    </front>
    
    <body>

        <sec>
            <title>PENDAHULUAN</title>
            <p>Salah  satu  permasalahan  utama  dalam  pembelajaran  membaca  adalah 
            kurangnya fokus pada upaya menumbuhkan  minat dan kecintaan  membaca di 
            kalangan  peserta  didik.  Padahal,  minat  baca  memiliki  peran  penting  dalam 
            menentukan  frekuensi  dan  kualitas  keterlibatan  siswa  dalam  kegiatan  literasi 
            yang berdampak pada keberhasilan akademik mereka di berbagai mata 
            pelajaran  (Fauziyyah,  2023).  Pembelajaran  membaca  di  sekolah  hingga  kini 
            masih lebih menitikberatkan pada aspek teknis, seperti pelafalan dan kelancaran 
            membaca,  daripada  menumbuhkan  kesenangan  membaca  sebagai  bagian  dari 
            budaya belajar (Hendratno et al., 2024).</p>
            <p>Rendahnya  minat  baca  siswa  pada  jenjang  sekolah  dasar  tidak  terlepas 
            dari  penerapan  strategi  pembelajaran  yang  kurang  mampu  melibatkan  siswa 
            secara aktif dan bermakna.  Hal ini terlihat dari belum optimalnya penggunaan 
            pendekatan  yang  menumbuhkan  partisipasi  dan  refleksi  siswa,  seperti  diskusi 
            teks,  strategi  metakognitif,  maupun  pembelajaran  berbasis  proyek  (Azzahra  &amp; 
            Apoko, 2024). Selain itu, keterbatasan bahan bacaan yang menarik, kontekstual, 
            serta relevan dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari siswa turut 
            menjadi faktor yang menurunkan motivasi mereka untuk membaca (Wardianti, 
            2023). Di sisi lain, berbagai upaya inovatif seperti pelaksanaan Program Gerakan 
            Literasi  Sekolah  dan  penerapan  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  Teams 
            Games  Tournament  (TGT)  terbukti  mampu  meningkatkan  keterlibatan  siswa 
            dalam kegiatan literasi serta memperkuat kemampuan mereka dalam 
            memahami bacaan (Kamalia, 2024). Dengan demikian, dapat disimpulkan 
            bahwa rendahnya minat baca siswa dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang 
            kurang interaktif dan  bahan bacaan yang tidak  menarik, sedangkan penerapan 
            gerakan  literasi  dan  model  pembelajaran  kooperatif  seperti  TGT  berpotensi 
            efektif dalam menumbuhkan keterlibatan dan pemahaman membaca siswa.</p>
            <p>Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan 
            berpusat pada siswa, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang membantu 
            siswa  mengembangkan  keterampilan  berpikir  kritis  dan  metakognitif  dalam 
            memahami teks. Upaya ini juga perlu disertai dengan penyediaan bahan bacaan 
            kontekstual,  pelibatan  orang  tua,  serta  pemanfaatan  teknologi  digital  untuk 
            memperkuat budaya literasi di sekolah (Azzahra &amp; Apoko, 2024; Hendratno et 
            al., 2024). </p>
            <p>Membaca  pemahaman  merupakan  kegiatan  penting  untuk  memperoleh 
            ilmu  pengetahuan,  informasi,  sekaligus  hiburan.  Sebagian  besar  pengetahuan 
            dalam  kehidupan  akademik  maupun  sosial  disampaikan  melalui  media  tulis, 
            sehingga kemampuan membaca pemahaman menjadi kunci utama keberhasilan 
            siswa  dalam  proses  belajar  (Fitriani  &amp;  Ramadhani,  2022).  Melalui  kegiatan 
            membaca, siswa dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan 
            berpikir kritis, dan mengembangkan kemampuan berbahasa baik di lingkungan 
            sekolah maupun di luar kegiatan belajar formal (Sari et al., 2021). </p>
            <p>Dengan  demikian,  keterampilan  membaca  dan  memahami  isi  bacaan 
            menjadi landasan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan prestasi 
            belajar siswa (Hendratno et al., 2024).</p>
            <p>Secara umum, pembelajaran membaca memiliki tiga tujuan utama: 
            pertama, menumbuhkan minat dan kegemaran membaca; kedua, 
            mengembangkan  kemampuan  membaca  dalam  hati  dengan  kecepatan  yang 
            sesuai  untuk  memahami  isi  bacaan;  dan  ketiga,  membantu  siswa  mencapai 
            tingkat pemahaman yang memadai terhadap teks yang dibaca (Fauziyyah, 2023). 
            Pembelajaran membaca juga harus membekali siswa dengan kemampuan 
            metakognitif  serta  strategi  membaca  yang  efektif  agar  dapat  memahami  isi 
            bacaan secara optimal (Nuraeni &amp; Lestari, 2022). </p>
            <p>Untuk  mencapai  kompetensi  Bahasa  Indonesia  yang  diharapkan  serta 
            menyesuaikan dengan paradigma pembelajaran modern, guru perlu 
            menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa 
            (Azzahra  &amp;  Apoko,  2024).  Salah  satu  pendekatan  yang  relevan  a dalah  model 
            pembelajaran kooperatif, yang menekankan kerja sama antar siswa dalam proses 
            belajar (Kamalia, 2024). Model ini berlandaskan teori sosial-kognitif yang 
            kemudian  berkembang  menjadi  konstruktivisme  sosial,  di  mana  siswa  dapat 
            mencapai potensi belajar terbaiknya melalui interaksi dan bimbingan dari guru 
            maupun teman sebaya yang lebih berpengalaman (Wardianti, 2023).</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>TINJAUAN PUSTAKA</title>
            <p>Model pembelajaran merupakan suatu kerangka konseptual yang 
            digunakan  guru  sebagai  pedoman  dalam  merencanakan,  melaksanakan,  dan 
            mengevaluasi proses pembelajaran (Joyce dalam Trianto, 2007). Model ini 
            berfungsi untuk mengatur strategi, langkah-langkah, serta bentuk interaksi agar 
            kegiatan  belajar  mengajar  berlangsung  efektif  dan  efisien.  Lebih  dari  sekadar 
            metode, model pembelajaran berperan penting dalam mengarahkan perubahan 
            perilaku peserta didik menuju kemampuan berpikir adaptif dan kreatif (Nanang 
            &amp;  Suhana,  2012).  Selain  itu,  model  pembelajaran  menjadi  landasan  konseptual 
            agar  pembelajaran  berlangsung  secara  terarah,  bermakna,  serta  selaras  dengan 
            tujuan pendidikan yang hendak dicapai (Huda, 2021). </p>
            <p>Dalam  penerapannya,  model  pembelajaran  mencakup  berbagai  unsur 
            seperti pendekatan, tujuan, tahapan kegiatan, pengelolaan kelas, serta 
            penciptaan  lingkungan  belajar  yang  kondusif  (Arends  dalam  Trianto,  2007). 
            Guru memiliki peran sentral dalam menentukan keberhasilan model 
            pembelajaran,  terutama  melalui  kemampuannya  memilih  model  yang  sesuai 
            dengan  karakteristik  peserta  didik  dan  kompetensi  yang  ingin  dicapai.  Dalam 
            konteks pembelajaran abad ke-21, guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya 
            sumber  informasi,  melainkan  sebagai  fasilitator  yang  mendorong  siswa  untuk 
            aktif  mencari,  mengolah,  dan  mengonstruksi  pengetahuan  (Sari  &amp;  Nuraeni, 
            2022). </p>
            <p>Salah  satu  model  yang  relevan  dengan  tuntutan  pembelajaran  modern 
            adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Model ini 
            menempatkan  siswa  sebagai  subjek  aktif  yang  bekerja  dalam  kelompok  kecil 
            untuk mencapai tujuan  bersama  melalui interaksi sosial dan  kolaborasi (Slavin 
            dalam  Siswanto,  2010). Cooperative  learning  menekankan  tanggung  jawab 
            bersama  dalam  memahami  materi  dan  mengembangkan  kemampuan  berpikir 
            kritis. </p>
            <p>Keberhasilan  pembelajaran  dalam  model  ini  tidak  hanya  diukur  dari 
            pencapaian individu, tetapi juga dari hasil kolektif sebagai satu kesatuan 
            kelompok yang saling mendukung dalam proses belajar.</p>
            <p>Penerapan cooperative learning memberikan berbagai manfaat, baik 
            secara akademik maupun sosial. Pendekatan ini terbukti meningkatkan 
            partisipasi aktif siswa, kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta 
            keterampilan  sosial  positif  (Hendrawan  &amp;  Kurniawati,  2021;  Rahmawati  et  al., 
            2023). Suasana belajar menjadi lebih dinamis, interaktif,  dan partisipatif karena 
            setiap  anggota  kelompok  merasa  memiliki  peran  penting  dalam  keberhasilan 
            tim. Selain itu, cooperative learning juga mengubah peran guru menjadi 
            fasilitator  dan  motivator  yang  berfokus  pada  pembimbingan  proses  belajar, 
            bukan hanya penyampaian materi (Nur dkk., 2005).</p>
            <p>Salah  satu  bentuk  konkret  dari  model  pembelajaran  kooperatif  adalah 
            Teams Games Tournament (TGT), yang menggabungkan unsur permainan dan 
            kompetisi  positif  dalam  proses  belajar  (Kamalia,  2024;  Fitriani  &amp;  Ramadhani, 
            2022).  Melalui  kegiatan  permainan  akademik  dan  turnamen  kelompok,  TGT 
            menciptakan  suasana  belajar  yang  menyenangkan  dan  bermakna,  sekaligus 
            meningkatkan motivasi, tanggung jawab, dan solidaritas antar anggota. </p>
            <p>Penelitian menunjukkan bahwa penerapan TGT efektif dalam 
            meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui diskusi, 
            permainan edukatif, dan turnamen akademik (Azzahra &amp; Apoko, 2024). 
            Penerapan  bertahap  TGT  menunjukkan  bahwa  siswa  yang  awalnya  pasif  da n 
            kurang berminat membaca, menjadi lebih antusias, bersemangat, serta 
            menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan sosial secara 
            seimbang  (Rahmawati  et  al.,  2023;  Kamalia,  2024).  Dengan  demikian,  TGT 
            menjadi  strategi  pembelajaran  yang  tidak  hanya memperkuat  pemahaman 
            akademik, tetapi juga  menumbuhkan  karakter  kolaboratif dan tanggung jawab 
            sosial siswa. </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>METODOLOGI</title>
            <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan 
            memperoleh  pemahaman  yang  mendalam  mengenai  fenomena  pembelajaran 
            membaca  pemahaman  pada  siswa  kelas  IV  di  SDN  Segugus  01,  Kecamatan 
            Jiwan, Kabupaten Madiun. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan 
            peneliti untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, serta interaksi siswa secara 
            menyeluruh dan  kontekstual dalam situasi belajar yang alami (natural setting), 
            sehingga data yang dihasilkan mencerminkan kondisi sebenarnya di lingkungan 
            kelas (Creswell, 2018).</p>
            <p>Fokus utama penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran 
            kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai strategi untuk 
            meningkatkan  kemampuan  membaca  pemahaman  siswa  sekolah  dasar.  Model 
            TGT,  yang  dikembangkan  oleh  Slavin  (2015),  memadukan  unsur  kompetisi 
            akademik,  kerja  sama  tim, dan  permainan  edukatif  sehingga menciptakan 
            suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Melalui  mekanisme 
            turnamen  antar  kelompok,  siswa  tidak  hanya  berkompetisi  dalam  menjawab 
            pertanyaan, tetapi juga belajar menghargai pendapat teman, berbagi 
            pengetahuan,  serta mengembangkan  kemampuan  berpikir  logis dan  kritis. 
            Model ini dinilai sesuai untuk pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada 
            aspek membaca pemahaman, karena mampu  meningkatkan keterlibatan siswa 
            dalam memahami isi teks secara mendalam. Selain itu, pendekatan ini 
            memberikan  kesempatan  bagi siswa dengan  kemampuan  yang beragam untuk 
            saling membantu, membentuk lingkungan belajar yang inklusif dan kolaboratif. 
            Berdasarkan  temuan  penelitian  sebelumnya,  penerapan  TGT  terbukti  dapat 
            memperkuat  motivasi  intrinsik,  meningkatkan  interaksi  sosial  akademik,  serta 
            berdampak positif terhadap hasil belajar kognitif dan afektif siswa (Slavin, 2015; 
            Kamalia, 2024). </p>
            <p>Dalam  pengumpulan  data,  peneliti  menggunakan  berbagai  instrumen 
            penelitian yang saling melengkapi untuk memperoleh pemahaman yang 
            menyeluruh  mengenai  proses  dan  hasil  pembelajaran  membaca  pemahaman. 
            Instrumen  yang  digunakan  meliputi  observasi  kelas  untuk  mencatat  aktivitas 
            belajar siswa, interaksi antarsiswa maupun antara guru dan siswa, serta 
            dinamika penerapan model Teams Games Tournament (TGT); wawancara 
            mendalam  dengan  guru dan siswa  guna menggali persepsi, pengalaman, serta 
            respon  mereka  terhadap  penerapan  model  tersebut;  kuesioner  (angket)  untuk 
            mengukur  sikap,  motivasi,  dan  minat  baca  siswa;  serta  dokumentasi  berupa 
            catatan kegiatan, foto, dan hasil karya siswa yang mendukung data lapangan. </p>
            <p>Kombinasi keempat instrumen ini memungkinkan peneliti mendapatkan 
            data  yang  lebih  akurat,  kontekstual,  dan  mendalam.  Selanjutnya,  seluruh  data 
            dianalisis  menggunakan  pendekatan  triangulasi,  yaitu  teknik  verifikasi  dan 
            perbandingan data dari berbagai sumber untuk memastikan konsistensi, 
            meningkatkan  validitas  dan  reliabilitas,  serta  menjamin  bahwa  hasil  penelitian 
            benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lingkungan belajar (Moleong, 2020).</p>
            <p>Dalam analisis data, peneliti menerapkan tiga tahap utama, yaitu reduksi 
            data (data reduction) untuk menyaring informasi  yang relevan, penyajian data 
            (data display) melalui tabel, diagram, atau narasi untuk mempermudah 
            pemahaman, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi (conclusion 
            drawing/verification)  untuk  memastikan  interpretasi  data  akurat  dan  dapat 
            dipertanggungjawabkan.  Proses  ini  memungkinkan  peneliti  mengidentifikasi 
            perubahan  kemampuan  membaca  pemahaman  siswa  sebelum  dan  sesudah 
            penerapan model TGT secara sistematis dan terukur.</p>
            <p>Dengan metode ini, penelitian tidak hanya menilai efektivitas model TGT 
            dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, tetapi juga 
            mengeksplorasi pengalaman belajar siswa dan dinamika interaksi dalam 
            kelompok, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang 
            pembelajaran kooperatif di kelas dasar (Rahmawati et al., 2023).</p>
        </sec>
        
        <sec>
            <title>HASIL </title>
            <p>Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan berbagai instrumen 
            pengumpulan data untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap 
            proses  dan  hasil  pembelajaran  membaca  pemahaman  melalui  penerapan  model 
            Teams Games Tournament (TGT). Penggunaan beragam instrumen ini bertujuan 
            untuk  memastikan  bahwa  data  yang  diperoleh  mencerminkan  kondisi  nyata  di 
            lapangan  dari  berbagai  sudut  pandang.  Instrumen  pertama  adalah  observasi 
            kelas, yang digunakan untuk mencatat secara sistematis berbagai aktivitas belajar 
            siswa,  interaksi  antarsiswa  maupun  antara  guru dan  siswa,  serta  dinamika 
            penerapan model TGT di dalam kelas.  </p>
            <p>Melalui observasi, peneliti dapat memantau bagaimana strategi  TGT 
            diterapkan, sejauh mana keterlibatan siswa, serta bentuk-bentuk kerja sama yang 
            muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Instrumen kedua adalah 
            wawancara mendalam, yang dilakukan terhadap guru dan beberapa siswa. </p>
            <p>Melalui wawancara ini, peneliti berupaya menggali persepsi, pengalaman, 
            serta respon mereka terhadap penerapan model TGT. Guru memberikan 
            pandangan  tentang  kemudahan,  tantangan,  serta  dampak  penerapan  model 
            terhadap  proses  belajar,  sementara  siswa  mengemukakan  pengalaman  subjektif 
            mereka mengenai pembelajaran yang dirasakan lebih menyenangkan dan 
            menantang.  Instrumen  ketiga  adalah  kuesioner  (angket)  yang  dirancang  untuk 
            mengukur sikap, motivasi, dan minat baca siswa sebelum dan sesudah penerapan 
            TGT.  </p>
            <p>Angket memberikan data kuantitatif yang dapat digunakan untuk melihat 
            perubahan signifikan pada aspek afektif siswa. Instrumen keempat adalah 
            dokumentasi,  meliputi  catatan  kegiatan  pembelajaran,  foto-foto  proses  belajar, 
            serta  hasil  karya  siswa  seperti  lembar  kerja  atau  catatan  kelompok.  Dokumen-
            dokumen ini berfungsi sebagai bukti autentik pelaksanaan tindakan dan hasilnya 
            di lapangan. Untuk menjamin keabsahan dan kredibilitas data, peneliti 
            menggunakan teknik triangulasi sebagaimana dianjurkan oleh Moleong (2020).  </p>
            <p>Triangulasi dilakukan dengan cara membandingkan dan mengkonfirmasi 
            hasil dari berbagai instrumen yang digunakan, sehingga validitas dan reliabilitas 
            data penelitian dapat ditingkatkan. Dengan demikian, data yang diperoleh tidak 
            hanya akurat, tetapi juga mampu menggambarkan fenomena secara menyeluruh 
            dan objektif.</p>
            <p>Penelitian  ini  berlandaskan  pada  dua  kerangka  utama,  yaitu  landasan 
            teoretis  dan  landasan empiris.  Secara  teoretis,  penelitian ini  didukung  oleh teori 
            konstruktivisme sosial yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui 
            interaksi sosial dan keterlibatan aktif individu dalam lingkungan belajar 
            (Vygotsky dalam Trianto, 2007). Dalam konteks pembelajaran membaca 
            pemahaman, teori ini menegaskan pentingnya peran kolaborasi antar siswa dalam 
            membangun  pemahaman  terhadap  teks  melalui  diskusi  dan  tukar  pendapat. 
            Selain  itu,  landasan  teoritis  juga  bersumber  dari  prinsip-prinsip  pembelajaran 
            kooperatif (cooperative learning). </p>
            <p>Menurut Slavin (2015), cooperative learning menekankan tanggung jawab 
            individual dalam keberhasilan kelompok dan saling ketergantungan positif 
            antaranggota tim. Model TGT (Teams Games Tournament) merupakan salah satu bentuk  penerapan  dari  cooperative  learning  yang  menggabungkan  unsur  kerja 
            kelompok, permainan akademik, dan turnamen antarkelompok untuk 
            menumbuhkan  semangat  belajar  yang  kompetitif  sekaligus  kolaboratif.  Secara 
            empiris,  sejumlah  penelitian  terdahulu  menunjukkan  bahwa  penerapan  model 
            TGT  terbukti  mampu  meningkatkan  hasil  belajar,  keterampilan  sosial,  serta 
            motivasi siswa (Fitriyani, 2021; Prasetyo &amp; Mulyani, 2022). Dalam penelitian ini, 
            hasil  tes  kemampuan  membaca pemahaman  menunjukkan  adanya  peningkatan 
            yang signifikan setelah penerapan TGT, memperkuat bukti empiris bahwa model 
            ini efektif dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. </p>
            <p>Proses  evaluasi  dalam  penelitian  ini  dilakukan  secara  sistematis  untuk 
            menilai  sejauh  mana  penerapan  model  TGT  dapat  meningkatkan  kemampuan 
            membaca  pemahaman  siswa.  Evaluasi  dilakukan  melalui  tes  membaca  wacana, 
            yang dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan, 
            menemukan ide pokok, menyimpulkan makna tersirat, dan menjawab pertanyaan 
            berdasarkan teks. Hasil evaluasi dianalisis berdasarkan tingkat ketuntasan belajar 
            siswa.  Pada  siklus  I,  tingkat  ketuntasan  mencapai  64,70%,  menunjukkan  bahwa 
            sebagian  siswa  masih  mengalami  kesulitan  dalam  memahami  isi  teks  secara 
            mendalam.  Setelah  dilakukan  refleksi  dan  perbaikan  dalam  pelaksanaan  TGT 
            pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 88,23%, menandakan adanya 
            peningkatan kemampuan membaca pemahaman yang signifikan. Peningkatan ini 
            menunjukkan efektivitas model TGT dalam menciptakan lingkungan belajar yang 
            lebih aktif dan bermakna. Selain itu, guru juga menerapkan penghargaan 
            akademik  bagi  siswa  atau  kelompok  yang  mencapai  target  pembelajaran  serta 
            memberikan  bimbingan  remedial  bagi  siswa  yang  belum  mencapai  ketuntasan. 
            Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil kognitif, tetapi juga 
            menumbuhkan  motivasi  dan  rasa  percaya  diri  siswa  untuk  terus  memperbaiki 
            kemampuan mereka. </p>
            <p>Selain  memberikan  dampak  positif  terhadap  aspek  kognitif,  penerapan 
            model  TGT  juga  menghasilkan  perubahan  yang  signifikan  dalam  aspek  non-
            kognitif  siswa.  Selama  proses  pembelajaran,  siswa  menunjukkan  peningkatan 
            motivasi belajar, di mana mereka lebih antusias, aktif bertanya, dan bersemangat 
            dalam mengikuti kegiatan belajar yang dikemas dalam bentuk permainan 
            edukatif. Model ini juga mendorong terciptanya kerja sama yang solid antar siswa, 
            mengingat setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab untuk 
            berkontribusi  terhadap  keberhasilan  timnya.  Nilai-nilai  seperti  tanggung  jawab, 
            kejujuran,  sportivitas,  dan  saling  menghargai  berkembang  secara  alami  melalui 
            mekanisme kompetisi sehat dalam turnamen akademik. Selain itu, pembelajaran 
            menjadi  lebih  dinamis  dan  menyenangkan  karena  siswa  tidak  hanya  belajar 
            melalui membaca teks, tetapi juga melalui aktivitas diskusi dan permainan yang 
            menantang. Situasi ini mendukung terciptanya iklim belajar yang positif, di mana 
            siswa merasa nyaman, terlibat secara aktif, dan termotivasi untuk berbagi 
            pengetahuan  dengan  teman  sekelompoknya.  Dengan  demikian,  model  TGT 
            terbukti mampu mengembangkan keterampilan sosial dan sikap positif terhadap 
            proses belajar. </p>
            <p>Berdasarkan hasil analisis data dan temuan lapangan, dapat disimpulkan 
            bahwa  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  Teams  Games  Tournament  (TGT) efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV di 
            Sekolah Dasar Negeri Segugus 01, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Model 
            ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar akademik, tetapi 
            juga  menumbuhkan  motivasi,  partisipasi aktif,  dan  sikap  positif  siswa  terhadap 
            pembelajaran. Penerapan TGT berhasil menciptakan suasana belajar yang 
            kolaboratif dan menyenangkan, di mana siswa saling mendukung dalam 
            memahami  isi  bacaan  melalui  diskusi,  permainan,  dan  turnamen  kelompok. 
            Lingkungan belajar yang demikian mendorong siswa  untuk berpikir kritis, 
            bertanggung  jawab,  dan  bekerja  sama  secara  produktif.  Dengan  hasil  tersebut, 
            model TGT direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran efektif bagi 
            guru sekolah dasar, khususnya dalam upaya meningkatkan kemampuan 
            membaca  pemahaman  siswa.  Penerapan  model  ini  sejalan  dengan  tuntutan 
            pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kolaborasi, kreativitas, dan 
            pembelajaran bermakna. </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>PEMBAHASAN</title>
            <sec>
                <p>Penerapan  model  Teams-Games-Tournament  (TGT)  dalam  pembelajaran 
                Bahasa Indonesia terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca 
                pemahaman  siswa  kelas  IV  di  Sekolah  Dasar  Negeri  Segugus  01,  Kecamatan 
                Jiwan, Kabupaten Madiun. Kemampuan membaca pemahaman merupakan salah 
                satu  kompetensi  dasar  yang  sangat  penting  bagi  siswa  sekolah  dasar  karena 
                menjadi fondasi bagi penguasaan berbagai bidang pengetahuan lainnya. Melalui 
                kemampuan memahami teks bacaan, siswa dapat mengembangkan keterampilan 
                berpikir kritis, menafsirkan makna, serta menghubungkan informasi baru dengan 
                pengetahuan  yang  telah  dimiliki.  Dalam  konteks  ini,  penerapan  model  TGT 
                berperan  penting  karena  memberikan  pengalaman  belajar  yang  lebih  interaktif 
                dan  berpusat  pada  siswa,  di  mana  siswa  tidak  hanya  membaca  dan  menjawab 
                pertanyaan, tetapi juga berdiskusi, berkompetisi secara sehat, dan saling 
                membantu dalam memahami isi bacaan. </p>
                <p>Fokus utama dalam pembelajaran berbasis model TGT tidak hanya tertuju 
                pada pencapaian hasil kognitif, tetapi juga mencakup pengembangan aspek sosial 
                dan  afektif  siswa.  Pembelajaran  melalui  model  ini  menumbuhkan  keterampilan 
                sosial seperti kerja sama, komunikasi efektif, dan empati terhadap teman 
                sekelompok.  Selain  itu,  model  TGT  juga  berkontribusi  terhadap  peningkatan 
                motivasi  belajar  siswa,  karena  mereka  merasa  lebih  terlibat  secara  aktif  dalam 
                proses pembelajaran yang dikemas dalam suasana menyenangkan dan kompetitif. 
                Siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai subjek 
                yang  aktif  membangun  pengetahuan  melalui  interaksi  sosial  dan  kolaborasi 
                kelompok. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih komprehensif, di mana 
                siswa  memperoleh  pengalaman  belajar  yang  bermakna  baik  secara  akademik 
                maupun sosial. </p>
                <p>Mekanisme penerapan model TGT dilakukan melalui pembentukan 
                kelompok-kelompok  kecil  yang  heterogen,  di  mana  setiap  anggota  memiliki 
                tanggung  jawab  untuk  memahami  materi  dan  membantu  teman  satu  timnya. 
                Siswa kemudian mengikuti permainan dan turnamen akademik yang menuntut 
                mereka  untuk  menguasai  isi  bacaan,  menjawab  pertanyaan,  dan  berpartisipasi aktif  dalam  kegiatan  kompetitif  yang  mendidik.  Sebelum  tindakan  dilakukan, 
                hasil  observasi  menunjukkan  bahwa  sebagian  besar  siswa  belum  menguasai 
                kemampuan  membaca  pemahaman  secara  memadai.  Banyak  di  antara  mereka 
                mengalami  kesulitan  dalam  menemukan  ide  pokok,  menyimpulkan  isi  bacaan, 
                dan  menghubungkan  antarparagraf.  Namun,  setelah  penerapan  model  TGT 
                dalam  dua  siklus  pembelajaran,  terjadi  peningkatan  yang  signifikan  pada  hasil 
                belajar  siswa.  Data  menunjukkan  bahwa  tingkat  ketuntasan  belajar  meningkat 
                dari  64,70%  pada  siklus  I  menjadi  88,23%  pada  siklus  II.  Peningkatan  tersebut 
                menunjukkan  bahwa  model  TGT  tidak  hanya  memperbaiki  hasil  belajar,  tetapi 
                juga meningkatkan keaktifan, tanggung jawab, dan kolaborasi antar siswa dalam 
                memahami bacaan. </p>
                <p>Penelitian ini berlandaskan pada teori pembelajaran kooperatif dan 
                konstruktivisme sosial, sebagaimana dikemukakan oleh Slavin (2015) dan Trianto 
                (2007).  Teori  pembelajaran  kooperatif  menekankan  pentingnya  interaksi  sosial 
                dalam proses belajar, di mana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama 
                sambil  mempertahankan  tanggung  jawab  individual  terhadap  hasil  kelompok. 
                Sementara  itu,  teori  konstruktivisme  sosial  berpandangan  bahwa  pengetahuan 
                dibangun  melalui  pengalaman  belajar  aktif  dan  interaksi  dengan  lingkungan 
                sosial.  Dalam  konteks  pembelajaran  membaca,  teori  ini  menjelaskan  bahwa 
                pemahaman  terhadap  teks  tidak  hanya  diperoleh  secara  individu,  tetapi  juga 
                melalui dialog dan pertukaran makna antar siswa. Landasan empiris penelitian ini 
                juga memperkuat temuan bahwa penerapan model TGT efektif dalam 
                meningkatkan hasil belajar siswa, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan nilai 
                tes membaca wacana dan observasi terhadap keterlibatan aktif siswa dalam proses 
                pembelajaran.</p>
                <p>Selain memberikan pengaruh terhadap hasil akademik, penerapan model 
                TGT  juga  berdampak  positif  pada  aspek  afektif  dan  sosial  siswa.  Selama  proses 
                pembelajaran, siswa menunjukkan peningkatan motivasi, disiplin, dan tanggung 
                jawab dalam kegiatan kelompok. Mereka menjadi lebih aktif berpartisipasi, saling 
                mendukung, dan berani mengemukakan pendapat dalam diskusi. Guru 
                mengamati  adanya  perubahan  perilaku  belajar  yang  positif,  di  mana  siswa 
                menunjukkan  rasa  percaya  diri  yang  lebih  tinggi,  antusiasme  dalam  mengikuti 
                kegiatan pembelajaran, serta kemampuan bekerja sama yang semakin baik. Selain 
                itu, pembelajaran melalui TGT menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti 
                sportivitas, kerja keras, dan saling menghargai, karena siswa diajak untuk 
                berkompetisi dalam suasana yang menyenangkan sekaligus edukatif.</p>
                <p>Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa model 
                pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) merupakan 
                strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk diterapkan dalam 
                pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Model ini tidak hanya 
                meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, tetapi juga 
                menumbuhkan  karakter  positif  yang  penting  bagi  perkembangan  pribadi  dan 
                sosial peserta didik. Penerapan TGT menciptakan lingkungan belajar yang 
                kolaboratif,  dinamis,  dan  menyenangkan,  di  mana  setiap  siswa  berperan  aktif 
                dalam  mencapai  tujuan  pembelajaran.  Dengan  keberhasilan  yang  ditunjukkan 
                dalam penelitian ini, model TGT layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran inovatif di sekolah dasar, khususnya dalam mengembangkan kemampuan literasi 
                dan  membangun  budaya  belajar  yang  partisipatif,  berorientasi  proses,  serta 
                sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. </p>
            </sec>
        </sec>

        <sec>
            <title>KESIMPULAN DAN REKOMENDASI</title>
            <p>Penelitian ini menyimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran 
            kooperatif  tipe  TGT  (Teams  Games  Turnament)  dapat  digunakan  sebagai  salah 
            satu  alternatif  model  pembelajaran  kooperatif  mata  pelajaran  bahasa  Indonesia 
            materi  membaca  pemahaman  siswa  kelas  IV  Sekolah  Dasar  Negeri  Segugus  01 
            kecamatan Jiwan Kabupaten madiun. </p>
            <p>Berdasarkan pada penelitian,  pemberian  tindakan pada pembelajaran 
            membaca  pemahaman  dengan  model pembelajaran  kooperatif  tipe  TGT  (Teams 
            Games Tournament) efektif untuk pembelajaran bahasa Indonesia pada pelajaran 
            membaca  pemahaman  siswa  di  kelas  IV  Sekolah  Dasar  Negeri  Segugus  01 
            Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun.  </p>
            <p>Ada peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan 
            penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada siswa kelas IV Sekolah 
            Dasar Negeri Segugus 01 Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun  
            Berdasarkan  hasil  penelitian,  terdapat  beberapa  rekomendasi  yang  dapat 
            diajukan.  Bagi  siswa  disarankan  agar  aktifitas,  kreatifitas  dan  efektifitas  siswa 
            dalam    melakukan  proses  pembelajaran  lebih  ditingkatkan  lagi,    sehingga  akan 
            mempermudah tercapainya tujuan belajar siswa. </p>
            <p>Bagi guru, diharapkan guru untuk selalu mengingatkan kepada siswa akan 
            pentingnya  memiliki  kemampuan  membaca  pemahaman.  Sebab  semakin  tinggi 
            kemampuan membaca pemahaman  siswa, maka semakin banyak pula informasi 
            dan pengetahuan yang mereka dapatkan. </p>
            <p>Bagi  pihak  sekolah  diharapkan  agar  memfasilitasi  kepada  guru  yang 
            membutuhkan sarana dan prasarana dalam melakukan pembelajaran. Selain itu, 
            pihak  sekolah  juga  disarankan  untuk  senantiasa  mengikutsertakan  guru-guru 
            Bagi dalam mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan pembelajaran, 
            sehingga  kemampuan  para  guru  dalam  mengembangkan  pembelajaran  dapat 
            menjadi lebih baik lagi. </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>PENELITIAN LANJUTAN </title>
            <p>Keterbatasan  dalam  penelitian  adalah  sebuah  kalimat  yang  ditulis  untuk 
            menjelaskan bahwa penelitian yang dikerjakan oleh peneliti masih belum 
            sempurna, masih terdapat kelemahan, kekurangan dan keterbatasan.  </p>
            <p>Beberapa  hal  yang  menjadi  keterbatasan  peneliti  dalam  penelitian  ini, 
            adalah  sebagai  berikut  :  Penelitian  hanya  dilaksanakan    pada  siswa  kelas  IV 
            Sekolah  Dasar  Negeri  Segugus  01  Jiwan  Kecamatan  Jiwan  Kabupaten  Madiun, 
            Pembahasan tentang  penerapan  model pembelajaran  kooperatif  tipe TGT  untuk 
            meningkatkan  kemampuan  membaca  siswa  dalam  penelitian  ini  hanya  dibahas 
            pada  mata  pelajaran  bahasa  Indonesia,  Pembahasan  tentang  penerapan  model 
            pembelajaran  kooperatif  tipe  TGT  untuk  meningkatkan  kemampuan  membaca 
            siswa dalam penelitian ini hanya dibahas pada aspek pemahaman bacaan wacana Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan 
            untuk memperluas cakupan uji coba dengan melibatkan siswa dari tingkat kelas 
            yang berbeda maupun sekolah dengan karakteristik yang lebih beragam. Upaya 
            ini  penting  agar  efektivitas  penerapan  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  TGT 
            (Teams-Games-Tournament) dapat lebih efektif lagi dan Tingkat keberhasilannya 
            lebih meningkat lagi.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
            <p>Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak 
            Sekolah Dasar Negeri SEGUGUS 01 Jiwan Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun 
            yang telah membantu dalam proses penelitian ini. </p>
            <p>Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing  yang 
            telah memberikan arahan, masukan, dan bimbingan hingga penelitian ini 
            terselesaikan dengan baik. Terima kasih juga kepada para guru, serta siswa yang 
            telah berpartisipasi aktif dalam uji coba media pembelajaran ini.  </p>
            <p>Selain itu, penulis menghargai dukungan dari keluarga dan  rekan-rekan 
            yang  selalu  memberikan  semangat,  dukungan  baik  secara  moril  dan  materiel 
            sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan lancar.</p>
        </sec>

    </body>

<back>
    <ref-list>
        <title>References</title>

      <ref id="R1">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Abidin</surname><given-names>Yunus</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2012</year>
            <source>Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Refika Aditama</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R2">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Akbar</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2010</year>
            <source>Instrumen Perangkat Pembelajaran</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>PT. Remaja Rosdakarya</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R3">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Azzahra</surname><given-names>A.</given-names></name>
            <name><surname>Apoko</surname><given-names>T. W.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2024</year>
            <article-title>Literacy Movement in Increasing Reading Interest of Elementary School Students</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia</source>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R4">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Budimansyah</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2002</year>
            <source>Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Portofolio</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Ganesindo</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R5">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Fauziyyah</surname><given-names>H. M.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2023</year>
            <article-title>Survey of Reading Interest of Elementary School Students</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan dan Literasi Dasar</source>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R6">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Fitriani</surname><given-names>D.</given-names></name>
            <name><surname>Ramadhani</surname><given-names>A.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2022</year>
            <article-title>Improving Reading Comprehension through Metacognitive Strategies in Elementary School</article-title>
            <source>Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar</source>
            <volume>9</volume>
            <issue>2</issue>
            <fpage>101</fpage>
            <lpage>109</lpage>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R7">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Hendratno</surname><given-names>H.</given-names></name>
            <etal/>
            </person-group>
            <year>2024</year>
            <article-title>Exploring Reading Interest and Reading Literacy of Indonesian Language in Elementary School Students</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</source>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R8">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Henry</surname><given-names>Guntur</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2013</year>
            <source>Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Angkasa</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R9">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Ibrahim</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2015</year>
            <source>Metodologi Penelitian Kualitatif</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R10">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Isjoni</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2009</year>
            <source>Pembelajaran Kooperatif</source>
            <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Pustaka Belajar</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R11">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Kamalia</surname><given-names>M. Z.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2024</year>
            <article-title>Enhancing Students’ Reading Comprehension through Teams Games Tournament (TGT) Model</article-title>
            <source>Jurnal Inovasi Pembelajaran Dasar</source>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R12">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Kardi</surname><given-names></given-names></name>
            <name><surname>Nur</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2008</year>
            <source>Model-Model Pembelajaran Inovatif</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Rineka Cipta</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R13">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Kusuma</surname><given-names>Suherly</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2012</year>
            <source>Model Inovatif Pembelajaran Bahasa Indonesia</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Multi Kreasi Satudelapan</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R14">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Moleong</surname><given-names>L. J.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2020</year>
            <source>Metodologi Penelitian Kualitatif (Revised Edition)</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Remaja Rosdakarya</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R15">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Moleong</surname><given-names>Lexy J.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2001</year>
            <source>Metodologi Penelitian Kualitatif</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Remaja Rosdakarya</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R16">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Nuraeni</surname><given-names>E.</given-names></name>
            <name><surname>Lestari</surname><given-names>F.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2022</year>
            <article-title>Metacognitive Strategy Training to Enhance Reading Comprehension Skills</article-title>
            <source>Jurnal Kajian Pendidikan Dasar</source>
            <volume>7</volume>
            <issue>3</issue>
            <fpage>210</fpage>
            <lpage>220</lpage>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R17">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Nurhadi</surname><given-names></given-names></name>
            <name><surname>Suwardi</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2005</year>
            <source>Evaluasi Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Multi Kreasi Satudelapan</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R18">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Rahim</surname><given-names>Farida</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2008</year>
            <source>Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Sinar Grafika</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R19">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Rahmawati</surname><given-names>T.</given-names></name>
            <name><surname>Siregar</surname><given-names>A.</given-names></name>
            <name><surname>Putri</surname><given-names>N.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2023</year>
            <article-title>The Effectiveness of Cooperative Learning on Students’ Critical Thinking and Social Interaction</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan dan Psikologi</source>
            <volume>10</volume>
            <issue>2</issue>
            <fpage>150</fpage>
            <lpage>161</lpage>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R20">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Rusyana</surname><given-names>Adun</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2012</year>
            <source>Prinsip-Prinsip Pembelajaran Efektif</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Trans Mandiri Abadi</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R21">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sari</surname><given-names>M.</given-names></name>
            <name><surname>Putra</surname><given-names>R.</given-names></name>
            <name><surname>Rahmawati</surname><given-names>T.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2021</year>
            <article-title>The Role of Reading Habits in Students’ Academic Achievement</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan dan Literasi</source>
            <volume>5</volume>
            <issue>4</issue>
            <fpage>321</fpage>
            <lpage>330</lpage>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R22">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Siswanto</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2010</year>
            <source>Model-Model Pembelajaran Kreatif dan Inovatif</source>
            <publisher-loc>Malang</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Negeri Malang</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R23">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Slavin</surname><given-names>R. E.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2015</year>
            <source>Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice (3rd ed.)</source>
            <publisher-loc>Boston</publisher-loc>
            <publisher-name>Pearson</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R24">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Slavin</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2008</year>
            <source>Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Nusa Media</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R25">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sugiyono</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2012</year>
            <source>Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&amp;D</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R26">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sugiyono</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2014</year>
            <source>Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&amp;D</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R27">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sugiyono</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2015</year>
            <source>Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&amp;D</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R28">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Tarigan</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2008</year>
            <source>Membaca: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Angkasa</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R29">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Tarigan</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2013</year>
            <source>Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Angkasa</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R30">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Trianto</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2007</year>
            <source>Model Pembelajaran Terpadu</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Bumi Aksara</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R31">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Trianto</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2012</year>
            <source>Model Pembelajaran Terpadu</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Bumi Aksara</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R32">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Wardianti</surname><given-names>R.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2023</year>
            <article-title>Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar melalui Gerakan Literasi Sekolah</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Nusantara</source>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R33">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Wardianti</surname><given-names>R.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2023</year>
            <article-title>Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar melalui Gerakan Literasi Sekolah</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Nusantara</source>
            <volume>6</volume>
            <issue>2</issue>
            <fpage>77</fpage>
            <lpage>84</lpage>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R34">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Winarno</surname><given-names></given-names></name>
            </person-group>
            <year>2011</year>
            <source>Metodologi Penelitian dalam Pendidikan Jasmani</source>
            <publisher-loc>Malang</publisher-loc>
            <publisher-name>PT Media Cakrawala Utama Press</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>
    </ref-list>
</back>

</article>
