<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.3 20210610//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.3/JATS-journalpublishing1-3.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" dtd-version="1.3" article-type="research-article">
    <front>

        <journal-meta>

            <journal-id journal-id-type="issn">2829-7911</journal-id> <!-- issn di ubah -->

            <journal-title-group> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <journal-title>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH)</journal-title>
            </journal-title-group>

            <issn pub-type="epub">2829-7911</issn> <!-- issn di ubah -->
            <issn pub-type="ppub">2829-7911</issn> <!-- issn di ubah -->

            <publisher> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <publisher-name>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH)</publisher-name>
            </publisher>

        </journal-meta>

        <article-meta>
            <article-id pub-id-type="doi">10.55927/jiph.v4i3.95</article-id><!-- DOI ini di ubah -->
            <article-categories/>

            <title-group> <!-- ini judul di ubah dgn judul jurnal/artikel -->
                <article-title>Development of a Character Education Model Thru Contextual Teaching and 
                Learning in Instilling Social Values in Social Studies Learning for Sixth Grade 
                Students at MI Sawahan District, Madiun</article-title>
            </title-group>

            <contrib-group> <!-- bagian ini di samakan dgn nama penulis di jurnal -->
                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <given-names>Rina </given-names> <!-- Nama pertama -->
                        <surname>Purwantini</surname> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                    <xref ref-type="corresp" rid="cor-0"/>
                </contrib>
            </contrib-group>

            <author-notes>
                <corresp id="cor-0">
                    <p>
                        <bold>Corresponding author:</bold>Rina Purwantini
                        <email> rina.purwantini@gmail.com </email>
                    </p>
                </corresp>
            </author-notes>

            <!-- Bagian ini juga di samakan dgn jurnal -->
            <pub-date-not-available/>
            <pub-date-not-available/>
            <volume>4</volume> <!-- Volume di ubah -->
            <fpage>197</fpage> <!-- Halaman depan di ubah -->
            <lpage>208</lpage> <!-- Halaman belakang di ubah -->

            <!-- Bagian tanggal, bulan, tahun harus diubah sesuai dengan jurnal -->
            <history>
                <date date-type="received" iso-8601-date="2025-07-15">
                    <day>15</day> <!-- tanggal -->
                    <month>07</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>

                <date date-type="rev-recd" iso-8601-date="2025-07-29">
                    <day>29</day> <!-- tanggal -->
                    <month>07</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>
                
                <date date-type="accepted" iso-8601-date="2025-08-22">
                    <day>22</day> <!-- tanggal -->
                    <month>08</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>
            </history>

            <permissions>

                <!-- Ini juga di samakan dengan jenis jurnal, kalau beda, ya di ubah/samakan -->
                <copyright-holder>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) </copyright-holder>

                <license> <!-- Ini gak usah di ubah -->
                    <ali:license_ref xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</ali:license_ref>
                    <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.</license-p>
                </license>

            </permissions>

            <!-- Ini di ubah, diisi dengan judul jurnal -->
            <!-- bagian isi dari xlink:title di ubah dan setelahnya juga judul jurnal diubah -->
            <!-- bagian isi dari xlink:href juga di sesuaikan dengan link jurnal nya -->
            <self-uri xlink:href="https://journal.formosapublisher.org/index.php/jiph" xlink:title="Development of a Character Education Model Thru Contextual Teaching and 
            Learning in Instilling Social Values in Social Studies Learning for Sixth Grade 
            Students at MI Sawahan District, Madiun">Development of a Character Education Model Thru Contextual Teaching and 
            Learning in Instilling Social Values in Social Studies Learning for Sixth Grade 
            Students at MI Sawahan District, Madiun</self-uri>
            <abstract> <!-- Abstrak di ubah/sesuaikan dengan jurnal -->
                <p>This research aims to develop a character 
                education  model  thru  the  Contextual  Teaching 
                and  Learning  (CTL)  approach  to  instill  social 
                values  in  Social  Studies  learning  for  sixth-grade 
                students at MI Sawahan, Madiun. The process is 
                carried  out  thru  the  research  and  development 
                stages (Borg &amp; Gall Research and Development), 
                including  needs  analysis,  model  design,  limited 
                testing, and classroom implementation. The 
                service  schedule  lasts  for  one  semester,  with 
                teacher  involvement  as  the  primary  facilitator. 
                The  results  show  that  the  CTL  model  is  able  to 
                increase learning motivation and cultivate 
                religious, nationalistic, integrity, independent, 
                and  cooperative  characters.  The  implication  is 
                that character education can  be more effectively 
                implemented  if  supported  by  synergy  between 
                schools, families, and the community </p>
            </abstract>

            <!-- ini bagian keyword juga disesuaikan dgn jurnal -->
            <kwd-group>
                <kwd>Character Education</kwd>
                <kwd>Contextual Teaching and Learning</kwd>
                <kwd>Social Values</kwd>
                 <kwd>Social Studies</kwd>
                  <kwd>MI Sawahan</kwd>
            </kwd-group>

            <!-- Bagian ini tidak perlu di ubah -->
            <custom-meta-group>
                <custom-meta>
                    <meta-name>File created by JATS Editor</meta-name>
                    <meta-value>
                        <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://jatseditor.com" xlink:title="JATS Editor">JATS Editor</ext-link>
                    </meta-value>
                </custom-meta>
            </custom-meta-group>

        </article-meta>
    </front>
    
    <body>

        <sec>
            <title>PENDAHULUAN</title>
            <p>Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak, 
            tempat dasar pembentukan karakter dan penanaman nilai sosial dimulai. 
            Namun,  tidak  jarang  penanaman  nilai  sosial  yang  diberikan  dalam  keluarga 
            berseberangan  dengan  latar  belakang  budaya,  lingkungan  masyarakat,  atau 
            pengaruh  media  massa.  Perbedaan  ini  sering  kali  menimbulkan  kebingungan 
            pada anak dalam menentukan sikap, sehingga berpotensi menimbulkan perilaku 
            yang  menyimpang dari nilai-nilai sosial yang  berlaku. Kondisi  demikian dapat 
            memicu terjadinya disintegrasi dalam keluarga maupun masyarakat, serta 
            berdampak pada perilaku sosial anak di sekolah.</p>
            <p>Perilaku  anak,  sebagaimana  dikemukakan  Myers  dalam  Walgito  (2003), 
            banyak  dipengaruhi  oleh  lingkungan  dan  ekspresi  sikap  yang  ditampilkan. 
            Demikian pula Skinner membedakan perilaku manusia menjadi perilaku 
            bawaan  dan  perilaku  hasil  belajar  (operant  behavior),  di  mana  perilaku  hasil 
            belajar lebih dominan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa 
            perilaku  sosial  siswa  merupakan  hasil  dari  proses  pembelajaran  yang  mereka 
            alami  di  rumah,  sekolah,  maupun  lingkungan  masyarakat.  Oleh  karena  itu, 
            lingkungan  pendidikan  yang  kondusif  dan  terarah  memiliki  peran  penting 
            dalam membentuk sikap sosial yang baik.</p>
            <p>Hasil pra-survei di MI Al Hikmah Rejosari dan MI PSM Bakur Kecamatan 
            Sawahan, Madiun, memperlihatkan fenomena kurang optimalnya pembentukan 
            karakter siswa. Beberapa siswa masih menyontek saat ujian, datang terlambat ke 
            kelas,  berbicara  saat  guru  mengajar,  dan  mengabaikan  tugas  piket.  Hal  ini 
            menunjukkan bahwa karakter kejujuran, disiplin, dan rasa saling menghormati 
            belum  terbentuk  secara  utuh.  Fenomena  tersebut  mengindikasikan  perlunya 
            strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam menanamkan nilai sosial, 
            khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). </p>
            <p>IPS  sebagai  mata  pelajaran  integratif  yang  memadukan  unsur  sejarah, 
            geografi,  ekonomi,  dan  ilmu  sosial  lainnya  memiliki  peran  strategis  dalam 
            membekali siswa dengan pengalaman empirik dan pemahaman nilai sosial yang 
            dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Dengan pendekatan Contextual 
            Teaching  Learning  (CTL),  pembelajaran  IPS  tidak  hanya  menekankan  pada 
            aspek  kognitif,  tetapi  juga  mampu  menghubungkan  materi  pelajaran  dengan 
            konteks  kehidupan  siswa.  CTL  memberikan  kesempatan  kepada  siswa  untuk 
            belajar melalui pengalaman langsung, pemecahan masalah nyata, serta 
            keterlibatan aktif dalam lingkungan sosial.</p>
            <p>Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model pendidikan 
            karakter berbasis CTL untuk menanamkan nilai sosial pada siswa sekolah dasar. 
            Pengembangan  model  ini  diharapkan  dapat  menjadi  solusi  inovatif  dalam 
            meningkatkan  kualitas  pembelajaran  IPS  sekaligus  membentuk  karakter  siswa 
            yang  religius,  disiplin,  jujur,  mandiri,  dan  memiliki  semangat  gotong  royong. 
            Dari sisi teoritis, penelitian ini memperkaya kajian tentang efektivitas CTL dalam 
            pendidikan  karakter.  Dari  sisi  praktis,  penelitian  ini  memberikan  model  yang 
            dapat  diimplementasikan  guru  dalam  pembelajaran  IPS  untuk  membentuk 
            karakter sosial siswa yang lebih baik. </p>
            <p>Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 
            mengembangkan  model  pendidikan  karakter  melalui  pendekatan  CTL  dalam 
            penanaman nilai sosial pada pembelajaran IPS siswa kelas VI MI di Kecamatan 
            Sawahan, Madiun</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>TINJAUAN PUSTAKA</title>
            <p>Menurut  Skinner  (dalam  Bimo  Walgito,  2003),  perilaku  manusia  terbagi 
            atas  perilaku  alami  (innate  behavior)  dan  perilaku  operan  (operant  behavior). 
            Perilaku operan terbentuk melalui proses belajar yang dipengaruhi oleh 
            lingkungan  serta  pengalaman,  sehingga  dalam  konteks  pendidikan,  perilaku 
            sosial  siswa  merupakan  hasil  interaksi  dengan  guru,  teman  sebaya,  maupun 
            keluarga. Dengan demikian, dapat diajukan hipotesis bahwa pendekatan 
            Contextual Teaching Learning (CTL) berpengaruh positif terhadap 
            pembentukan perilaku sosial siswa dalam pembelajaran IPS (H1). </p>
            <p>Contextual Teaching  Learning  (CTL)  sendiri  merupakan  pendekatan 
            pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan konteks 
            kehidupan  nyata  siswa  (Johnson,  2002).  Dengan  mengaitkan  konsep  dengan 
            pengalaman  hidup,  siswa  lebih  mudah  memahami  dan  menginternalisasi  nilai 
            sosial melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Oleh karena 
            itu, dirumuskan hipotesis bahwa model pendidikan karakter berbasis CTL dapat 
            meningkatkan internalisasi nilai sosial pada siswa kelas VI MI (H2).  
            Selanjutnya, pendidikan karakter sebagaimana dijelaskan Lickona (1991) 
            mencakup  tiga  dimensi,  yaitu  pengetahuan  moral  (moral  knowing),  perasaan 
            moral  (moral  feeling),  dan  tindakan  moral  (moral  action).  Ketiga  aspek  ini 
            menjadi fondasi pembentukan kepribadian yang berintegritas. Dalam 
            pembelajaran  IPS,  pendidikan karakter  diarahkan  untuk  membentuk  sikap 
            religius, disiplin, jujur, dan gotong royong yang sesuai dengan tujuan 
            pendidikan  nasional.  Dari  penjelasan  ini  dapat  dirumuskan  hipotesis  bahwa 
            pendidikan  karakter  yang  diintegrasikan  melalui  CTL  berpengaruh  terhadap 
            peningkatan sikap religius, disiplin, kejujuran, dan gotong royong siswa (H3).</p>
            <p>Konseptual  penelitian  ini  menegaskan  hubungan  antara  pengembangan 
            model  pendidikan  karakter  berbasis  CTL  sebagai  variabel  independen  dengan 
            pembentukan  nilai  sosial  siswa  sebagai  variabel  dependen.  Secara  sederhana, 
            CTL dipandang sebagai strategi yang mampu menumbuhkan perilaku sosial dan 
            menginternalisasi nilai karakter pada siswa, sehingga menjadi dasar bagi 
            tercapainya tujuan pendidikan nasional. </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>METODOLOGI</title>
            <p>Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian 
            pengembangan (research and development) atau yang disebut juga 
            pengembangan berbasis penelitian (research-based development). Penelitian ini 
            mengembangkan  pemodelan  pembelajaran  contextual  teaching  learning  yang 
            merupakan konsep pembelajaran berbasis karakter untuk membantu guru 
            menghubungkan materi yang diajarkan dengan situasi nyata serta 
            penerapannya  dalam  kehidupan,  baik  dalam  keluarga,  masyarakat,  maupun 
            dunia kerja, sehingga dapat menanamkan nilai sosial melalui pembelajaran IPS 
            di kelas VI MI Al-Hikmah Rejosari dan MI PSM Bakur. Pendekatan analisis yang digunakan  adalah  deskriptif,  yaitu  penelitian  yang  berupaya  menggambarkan 
            suatu peristiwa dan memecahkan masalah secara sistematis sesuai fakta dan data 
            yang akurat di lapangan.</p>
            <p>Dalam penelitian ini, langkah penelitian dan pengembangan yang semula 
            terdiri  dari  sepuluh  tahapan  direduksi  menjadi  empat  tahapan  utama,  yaitu 
            tahap  pendahuluan,  tahap  perencanaan,  tahap  uji  coba  sekaligus  evaluasi  dan 
            revisi,  serta  tahap  pelaksanaan  model  pendidikan  karakter  melalui  contextual 
            teaching  learning  dalam  penanaman  nilai  sosial  pada  pembelajaran  IPS  siswa 
            kelas  VI  MI  di  Kecamatan  Sawahan,  Madiun.  Tahap  pendahuluan  dilakukan 
            untuk  mengumpulkan  informasi  terkait  kondisi  dan  kebutuhan  siswa,  taha p 
            perencanaan  berfokus  pada  pengembangan  desain  awal  model  pendidikan 
            karakter, tahap uji coba dilakukan dengan praktik pembelajaran untuk 
            meningkatkan keterampilan personal dan sosial yang kemudian dievaluasi dan 
            direvisi,  sedangkan  tahap  pelaksanaan  merupakan  penerapan  model  secara 
            menyeluruh di kelas.</p>
            <p>Instrumen  pengumpulan  data  dalam  penelitian  ini  meliputi  observasi, 
            wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti 
            menggunakan triangulasi teknik, yaitu menguji kredibilitas data dengan 
            membandingkan hasil dari berbagai metode pada sumber yang sama, misalnya 
            membandingkan  hasil  observasi  dengan  hasil  wawancara.  Dengan  cara  ini, 
            diperoleh data akhir yang relevan dan sesuai dengan fokus penelitian. Analisis 
            data  dilakukan  dengan  teknik  deskriptif  kualitatif  melalui  tiga  tahap,  yakni 
            reduksi  data  (data  reduction),  penyajian  data  (data  display),  serta  penarikan 
            kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification).  </p>
        </sec>
        
        <sec>
            <title>HASIL </title>
            <p>Penelitian  ini  dilaksanakan  di  dua  madrasah  ibtidaiyah,  yaitu  MI  Al-
            Hikmah Rejosari dan MI PSM Bakur, dengan fokus pada pengembangan model 
            pendidikan  karakter  melalui  pendekatan  contextual  teaching  learning  (CTL) 
            dalam  penanaman  nilai  sosial  pada  pembelajaran  IPS  kelas  VI.  Hasil  penelitian 
            diperoleh melalui tiga teknik utama, yakni observasi, wawancara, dan 
            dokumentasi.  Data  yang  terkumpul  kemudian  dianalisis  dengan  menekankan 
            pada  langkah-langkah  pembelajaran,  hambatan  yang  muncul,  serta  solusi  yang 
            diimplementasikan oleh guru. </p>
            <p>Langkah  pertama  yang  dilakukan  peneliti  adalah  melakukan  observasi 
            langsung  di  kelas.  Hasil  observasi  menunjukkan  bahwa  guru  secara  konsisten 
            memulai  kegiatan  pembelajaran  dengan  berdoa  sesuai  agama  dan  keyakinan 
            masing-masing, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta 
            membiasakan siswa membaca selama 15 menit sebelum memulai materi inti.  
            Kegiatan  awal  ini  terbukti  mampu  menumbuhkan  nilai  karakter  religius 
            dan  nasionalis  pada  siswa.  Selanjutnya,  pada  kegiatan  inti,  guru  menggunakan 
            model pembelajaran kontekstual melalui aktivitas  eksplorasi, elaborasi, dan 
            konfirmasi. Misalnya, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk 
            mendiskusikan  kondisi  geografis  dan  kehidupan  sosial  budaya  negara-negara 
            ASEAN. Aktivitas ini melatih siswa untuk bekerja sama (gotong royong) sekaligus 
            mengasah kemampuan komunikasi dan kreativitas mereka. Pada tahap elaborasi, guru  memberikan  tugas  individu  yang  mendorong  siswa  untuk  belajar  secara 
            mandiri.  Sementara  itu,  pada  tahap  konfirmasi,  guru  melakukan  tanya  jawab, 
            meluruskan  kesalahpahaman,  dan  bersama  siswa  menyimpulkan  materi,  yang 
            mencerminkan karakter integritas. </p>
            <p>Selain  itu,  wawancara  yang  dilakukan  dengan  guru  kelas  VI  dan  siswa 
            mengungkapkan bahwa siswa merespons pembelajaran yang menekankan 
            penanaman  nilai  sosial  dengan  baik.  Mereka  menjadi lebih  bersemangat  belajar, 
            mampu  menerapkan  sikap  religius,  nasionalis,  mandiri,  gotong  royong,  serta 
            integritas  tidak  hanya  di  sekolah,  tetapi  juga  di  rumah.  Contoh  konkret  yang 
            ditemukan antara lain kebiasaan siswa membantu teman yang mengalami 
            kesulitan, melaksanakan tugas piket harian dengan tanggung jawab, 
            berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti, serta menjaga kedisiplinan dengan hadir 
            tepat waktu di sekolah. Hal ini membuktikan bahwa nilai sosial yang ditanamkan 
            melalui  pembelajaran  kontekstual  benar-benar  berpengaruh  pada  pembentukan 
            karakter siswa. </p>
            <p>Namun  demikian,  hasil  penelitian  juga  menunjukkan  adanya  sejumlah 
            hambatan dalam pengembangan pendidikan karakter. Hambatan utama berasal 
            dari  lingkungan  keluarga  yang  kurang  mendukung,  rendahnya  peran  serta 
            masyarakat sekitar, serta pengaruh negatif media sosial yang sering memengaruhi 
            sikap dan perilaku siswa. Selain itu, keterbatasan waktu sekolah dalam 
            mengawasi dan membimbing siswa menjadi tantangan tersendiri karena 
            pembentukan karakter memerlukan proses berkesinambungan, termasuk di luar 
            lingkungan sekolah. </p>
            <p>Untuk  mengatasi  hambatan  tersebut,  guru  menerapkan  berbagai  strategi 
            yang didukung oleh teori pembelajaran. Berdasarkan teori Watson, guru 
            menekankan  pembentukan  perilaku  melalui  stimulus-respon  yang  dilakukan 
            secara berulang, misalnya pembiasaan berdoa, membaca, dan berdiskusi 
            kelompok. Sementara itu, berdasarkan teori Piaget, guru menyadari bahwa siswa 
            membangun pengetahuan mereka secara aktif melalui pengalaman belajar. Oleh 
            karena itu, guru memberikan contoh nyata penerapan nilai sosial dalam 
            kehidupan  sehari-hari  di  sekolah  agar  siswa  dapat  meniru  dan  memodifikasi 
            perilaku tersebut sesuai kebutuhan. Selain itu, guru berusaha melibatkan keluarga 
            dan  masyarakat  sebagai  mitra  dalam  pembentukan  karakter  siswa,  sehingga 
            dukungan  terhadap  penerapan  nilai  sosial  tidak  hanya  terbatas  di  lingkungan 
            sekolah. </p>
            <p>Secara keseluruhan, hasil penelitian membuktikan bahwa pengembangan 
            model  pendidikan  karakter  melalui  pendekatan  contextual  teaching  learning 
            sangat  relevan diterapkan dalam pembelajaran IPS. Model  ini tidak hanya 
            membantu siswa memahami materi secara kontekstual, tetapi juga menanamkan 
            nilai-nilai  sosial  yang  berfungsi  sebagai  fondasi  pembentukan  karakter.  Dengan 
            demikian,  siswa tidak  hanya  menguasai  aspek  kognitif,  tetapi  juga  berkembang 
            dalam aspek afektif dan psikomotorik yang berakar pada nilai religius, nasionalis, 
            mandiri, gotong royong, serta integritas. </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>PEMBAHASAN</title>
            <sec>
                <p>Proses  pembelajaran  di  MI  Al  Hikmah  Rejosari  diawali  dengan  kegiatan 
                awal,  yaitu  guru  memberikan  salam  dan  mengajak  semua  siswa  untuk  berdoa 
                menurut agama dan keyakinan masing-masing. Kegiatan ini mencerminkan sikap 
                karakter religius. Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan dengan menyanyikan lagu 
                “Indonesia Raya” dan lagu nasional “Tanah Airku” secara bersama-sama.  Hal 
                tersebut  menunjukkan  nilai  karakter  nasionalis.  Selanjutnya,  guru  mengecek 
                kesiapan siswa dengan mengisi lembar kehadiran, memeriksa kerapian pakaian, 
                serta menyesuaikan posisi tempat duduk dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan 
                pembiasaan membaca selama 15 menit juga dilakukan sebelum guru 
                menyampaikan tema pembelajaran, yaitu “Selamatkan Makhluk Hidup”. Guru 
                kemudian  menjelaskan  tahapan  kegiatan  yang  meliputi  mengamati,  menanya, 
                mengeksplorasi,  mengkomunikasikan,  dan  menyimpulkan  sebagai  bagian  dari 
                penguatan komunikasi siswa. </p>
                <p>Pada kegiatan inti, guru dan siswa membaca fakta tentang negara ASEAN, 
                kemudian siswa dibentuk dalam kelompok belajar. Setiap siswa diminta 
                menyampaikan  kondisi  geografis  dan  kehidupan  sosial  budaya  negara  ASEAN, 
                yang  mencerminkan  karakter  gotong  royong.  Setelah  itu,  guru  memberikan 
                penguatan materi dan meminta siswa memilih dua negara ASEAN untuk ditulis. 
                Selanjutnya,  siswa  diminta  menulis informasi  lengkap  mengenai  negara  pilihan 
                mereka. Aktivitas ini menunjukkan kreativitas dan inovasi. Pada tahap elaborasi, 
                guru  membimbing  siswa  menyelesaikan  tugasnya,  kemudian  siswa  melakukan 
                refleksi dengan menjawab pertanyaan dalam buku siswa yang melatih 
                kemandirian.  Pada  tahap  konfirmasi,  guru  menambahkan  pertanyaan  refleksi, 
                meluruskan kesalahpahaman, serta memberikan penguatan pemahaman.</p>
                <p>Pada  kegiatan  penutup,  guru  dan  siswa  bersama-sama  menyimpulkan 
                hasil pembelajaran, melakukan tanya jawab, dan memberikan kesempatan kepada 
                siswa  untuk  menyampaikan  pendapat  tentang  pembelajaran  yang  telah  diikuti. 
                Hal ini menunjukkan sikap integritas. Guru kemudian melakukan penilaian hasil 
                belajar, dan kegiatan diakhiri dengan menyanyikan lagu daerah “Ampar-ampar 
                Pisang” yang menumbuhkan nilai nasionalis, serta ditutup dengan doa menurut 
                agama  dan  keyakinan  masing-masing  siswa,  yang  kembali  menekankan  nilai 
                religius. Dari proses tersebut, terlihat penanaman nilai karakter religius, 
                nasionalis,  mandiri,  gotong  royong,  dan  integritas.  Berdasarkan  hasil  observasi, 
                guru  memasukkan  nilai-nilai  sosial  pada  pembelajaran  IPS  sehingga  karakter 
                siswa terbentuk dengan baik. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara dengan wali 
                kelas  VI,  Bapak  Syafiq  Ujarwono,  S.PdI.,  S.Pd,  yang  menyatakan  bahwa  respon 
                siswa  terhadap  penanaman  nilai  sosial  melalui  pembelajaran  IPS  sangat  positif. 
                Para siswa lebih semangat belajar dan mampu menerapkan nilai karakter dalam 
                kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.</p>
                <p>Hal  serupa  juga  ditemukan  di  MI  PSM  Bakur.  Pembelajaran  diawali 
                dengan salam, doa, dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” sebagai wujud 
                karakter religius dan nasionalis. Guru kemudian mengecek kehadiran dan 
                kerapian siswa, dilanjutkan dengan pembiasaan membaca selama 15 menit.  
                Tema pembelajaran yang dipelajari adalah “Selamatkan Makhluk Hidup”, 
                dengan tahapan kegiatan meliputi mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan. Pada kegiatan inti, guru bersama siswa 
                membaca fakta tentang negara ASEAN, kemudian siswa dibagi dalam kelompok 
                untuk  membahas  kondisi  geografis  dan  sosial  budaya  negara  ASEAN,  sehingga 
                nilai gotong royong tercermin. Guru meminta siswa memilih tiga negara ASEAN 
                untuk ditulis secara lengkap. Pada kegiatan elaborasi, siswa menyelesaikan tugas 
                secara  mandiri,  sementara  pada  tahap  konfirmasi,  guru  dan  siswa  melakukan 
                tanya jawab serta menyimpulkan materi.</p>
                <p>Pada  kegiatan  penutup,  guru  dan  siswa  bersama-sama  merangkum  hasil 
                belajar, melakukan refleksi, dan siswa diberi kesempatan menyampaikan 
                pendapat mengenai pembelajaran yang telah diikuti, yang menumbuhkan 
                integritas. Kegiatan diakhiri dengan doa sesuai keyakinan masing-masing siswa. 
                Berdasarkan  observasi,  nilai  religius,  nasionalis,  mandiri,  gotong  royong,  dan 
                integritas juga terinternalisasi dalam pembelajaran IPS. Hal ini diperkuat dengan 
                wawancara  bersama  wali  kelas  VI,  Ibu  Siti  Mualifah,  S.Pd,  yang  menyatakan 
                bahwa siswa merespon positif penanaman nilai sosial, lebih semangat belajar, dan 
                terbiasa menerapkan nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Hasil 
                wawancara dengan siswa juga menunjukkan bahwa mereka telah menampilkan 
                perilaku yang mencerminkan nilai karakter, seperti saling membantu, menghargai 
                perbedaan, ikut kerja bakti, disiplin, serta menghargai waktu dan guru.</p>
                <p>Namun,  pengembangan  model  pendidikan  karakter  melalui  penanaman 
                nilai sosial pada siswa masih menghadapi beberapa hambatan. Hambatan 
                tersebut  berasal  dari  lingkungan  keluarga  yang  kurang  mendukung,  pergaulan 
                dengan  teman,  pengaruh  masyarakat  sekitar,  hingga  penggunaan  media  sosial 
                dan informasi yang kurang terkontrol. Faktor usia siswa yang masih dalam masa 
                pengawasan orang tua juga menjadi tantangan. Pendidikan selama ini dianggap 
                belum optimal dalam membentuk pribadi unggul yang jujur, bertanggung jawab, 
                dan  berakhlak  mulia,  karena  lebih  menekankan  penguasaan  ilmu  pengetahuan 
                daripada penguatan etika dan integritas. Hambatan terbesar terletak pada sulitnya 
                mengontrol  perilaku  siswa  di  luar  sekolah.  Padahal,  kebiasaan  di  lingkungan 
                keluarga dan masyarakat sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.  
                Oleh karena itu, guru menghadapi tanggung jawab berat dalam mengawal 
                penanaman karakter siswa dengan waktu yang terbatas di sekolah.</p>
                <p>Untuk  mengatasi  hambatan  tersebut,  pendekatan  pembelajaran  berbasis 
                contextual teaching and learning sangat tepat diterapkan. Teori Watson 
                menjelaskan  bahwa  perubahan  tingkah  laku  seseorang  terjadi  akibat  interaksi 
                antara  stimulus,  respon,  dan  lingkungannya.  Guru berperan  penting  dalam 
                memberikan  stimulus  berupa  pengulangan  dan  contoh  nyata  nilai  sosial  dalam 
                kehidupan sehari-hari, sehingga siswa terbiasa menampilkan perilaku yang sesuai 
                dengan  nilai  karakter.  Selain  itu,  teori  Piaget  menekankan  bahwa  siswa  secara 
                aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman baru yang mendorong 
                mereka  memodifikasi  pemahaman  awal.  Dengan  demikian,  pembelajaran  yang 
                berpusat pada anak akan lebih efektif jika guru membantu siswa menemukan dan 
                menyelesaikan masalah sendiri, bukan hanya belajar secara pasif.</p>
                <p>Guru  dapat  memberikan  pengawasan,  pembinaan,  dan  bimbingan  agar 
                siswa berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Dukungan orang 
                tua, keluarga, masyarakat, dan sekolah juga sangat diperlukan untuk memperkuat implementasi pendidikan karakter. Anak-anak akan belajar lebih baik jika mampu 
                berinteraksi  dengan  lingkungannya,  sehingga  melalui  contextual  teaching  and 
                learning,  penanaman  nilai  sosial  dapat  dilakukan  secara  berkelanjutan.  Proses 
                pembiasaan, latihan, dan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari 
                menjadikan  nilai  karakter  tertanam  kuat  dalam  diri  siswa,  bukan  sekadar  teori 
                yang bersifat instan. </p>
            </sec>
        </sec>

        <sec>
            <title>KESIMPULAN DAN REKOMENDASI</title>
            <p>Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pengembangan  model  pendidikan 
                karakter melalui pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dalam 
                penanaman  nilai  sosial  pada  pembelajaran  IPS  siswa  kelas  VI  di  MI  Kecamatan 
                Sawahan  Madiun  berdampak  positif  terhadap  pembentukan  karakter  siswa. 
                Implementasi model ini membantu siswa lebih termotivasi dalam belajar, 
                memahami materi secara kontekstual, serta membangun sikap sosial yang 
                mencerminkan karakter religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong 
                royong.  Hambatan  yang  muncul  berasal  dari  lingkungan  keluarga, masyarakat, 
                pergaulan  teman  sebaya,  serta  media  hiburan.  Untuk  mengatasi  hal  tersebut 
                diperlukan dukungan penuh dari keluarga, guru, sekolah, dan masyarakat sekitar.</p>
                <p>Rekomendasi dari penelitian ini adalah sekolah perlu lebih meningkatkan 
                kompetensi  guru  melalui  pelatihan,  seminar,  dan  workshop.  Guru  diharapkan 
                mampu memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada, mengembangkan metode 
                dan  media  pembelajaran  yang  variatif,  serta  menanamkan  nilai  sosial  melalui 
                kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Bagi peneliti dan praktisi 
                pendidikan, model ini dapat dijadikan rujukan dalam mengembangkan 
                pembelajaran  yang  menekankan  pendidikan  karakter  di  berbagai  konteks  dan 
                jenjang.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>PENELITIAN LANJUTAN </title>
            <p>Penelitian  ini  masih  memiliki  keterbatasan,  di  antaranya  cakupan  yang 
            hanya  berfokus  pada  mata  pelajaran  IPS  kelas  VI  di  MI  Kecamatan  Sawahan 
            Madiun. Efektivitas model pada mata pelajaran lain, jenjang berbeda, atau sekolah 
            dengan karakteristik yang beragam belum diuji. Oleh karena itu, penelitian lebih 
            lanjut disarankan untuk memperluas implementasi model CTL berbasis 
            pendidikan  karakter  pada  konteks  pembelajaran  yang  lebih  luas,  serta  menguji 
            keberlanjutannya dalam jangka panjang untuk melihat dampak yang lebih 
            signifikan terhadap pembentukan karakter siswa.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
            <p>Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah MI Al-Hikmah 
            Rejosari dan MI PSM Bakur yang telah memberikan kesempatan dan dukungan 
            dalam  pelaksanaan  penelitian  ini.  Ucapan  terima  kasih  juga  ditujukan  kepada 
            para  guru,  siswa,  serta  rekan  sejawat  yang  telah  membantu  dalam  proses 
            pengumpulan  data  dan  memberikan  masukan  berharga.  Penghargaan  juga 
            diberikan kepada pihak keluarga serta semua pihak yang telah mendukung baik 
            secara moril maupun materil sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan 
            baik.</p>
        </sec>

    </body>

<back>
    <ref-list>
        <title>References</title>

       <ref id="R1">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Aman</surname><given-names>Ngadirin Setiawan</given-names></name>
            <name><surname>Yuliana</surname><given-names>Lia</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2014</year>
            <article-title>Pengembangan Model Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Peningkatan Personal Dan Social Skill Bagi Anak Jalanan Di Daerah Istimewa Yogyakarta</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan</source>
            <volume>20</volume>
            <issue>3</issue>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R2">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Anwar</surname><given-names>Khairul</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2019</year>
            <article-title>Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Negeri 1 Rejang Lebong</article-title>
            <publisher-loc>Curup</publisher-loc>
            <publisher-name>Institut Agama Islam Negeri Curup</publisher-name>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="http://theses.iaincurup.ac.id">http://theses.iaincurup.ac.id</ext-link>
            <comment>(Diakses 21 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R3">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Anwar</surname></name>
            </person-group>
            <year>2019</year>
            <article-title>Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Proses Pendidikan di SMA Negeri 10 Maros</article-title>
            <publisher-loc>Makassar</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Hasanuddin</publisher-name>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="http://repository.unhas.ac.id">http://repository.unhas.ac.id</ext-link>
            <comment>(Diakses 20 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R4">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Arfin</surname><given-names>Muhammad</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2017</year>
            <article-title>Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada SD Negeri Mannukuri Makassar</article-title>
            <publisher-loc>Makassar</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Islam Negeri Alauddin</publisher-name>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="http://repositori.uin-alauddin.ac.id">http://repositori.uin-alauddin.ac.id</ext-link>
            <comment>(Diakses 22 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R5">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Astiarini</surname><given-names>Winda</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2016</year>
            <article-title>Pengembangan Model Penanaman Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Cerita Melalui Komik Bagi Siswa Sekolah Dasar Kelas V</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan Dasar Pascasarjana UNJ</source>
            <volume>7</volume>
            <issue>1</issue>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R6">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Azwar</surname><given-names>Syaifuddin</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2013</year>
            <source>Metode Penelitian</source>
            <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Pustaka Belajar</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R7">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Budiyanto</surname><given-names>Agus Ririn</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2014</year>
            <article-title>Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Ta’Mirul Islam Kecamatan Laweyan Surakarta</article-title>
            <publisher-loc>Surakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Muhammadiyah Surakarta</publisher-name>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://eprints.ums.ac.id">https://eprints.ums.ac.id</ext-link>
            <comment>(Diakses 22 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R8">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Juarsih</surname><given-names>Cicih</given-names></name>
            <name><surname>Dirman</surname></name>
            </person-group>
            <year>2014</year>
            <source>Teori Belajar dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran yang Mendidik</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>PT Rineka Cipta</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>


            <ref id="R9">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Darmadi</surname><given-names>Hamid</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2012</year>
            <source>Dasar Konsep Pendidikan Moral</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R10">
        <element-citation publication-type="web">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Fadli</surname></name>
            </person-group>
            <year>2010</year>
            <article-title>Teori Belajar Behavioristik John Watson 1878–1958</article-title>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://fadlibae.wordpress.com/2010/03/24">https://fadlibae.wordpress.com/2010/03/24</ext-link>
            <comment>(Diakses 21 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R11">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Gall</surname><given-names>Meredith D.</given-names></name>
            <name><surname>Gall</surname><given-names>Joyce P.</given-names></name>
            <name><surname>Borg</surname><given-names>Walter R.</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2007</year>
            <source>Educational Research: An Introduction (8th Edition)</source>
            <publisher-loc>Boston</publisher-loc>
            <publisher-name>Pearson Education Inc.</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R12">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Hidayat</surname><given-names>Dharma Try Kusuma</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2020</year>
            <article-title>Implementasi Penanaman Nilai Sosial dalam Membangun Karakter Siswa Kelas V Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran IPS</article-title>
            <publisher-loc>Semarang</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Negeri Semarang</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R13">
        <element-citation publication-type="web">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Kemendikbud</surname></name>
            </person-group>
            <year>2017</year>
            <article-title>Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional</article-title>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07">https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07</ext-link>
            <comment>(Diakses 24 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R14">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Kesuma</surname><given-names>Dharma</given-names></name>
            <etal/>
            </person-group>
            <year>2013</year>
            <source>Pendidikan Karakter</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>PT Remaja Rosdakarya</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R15">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Laode</surname><given-names>Jefri</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2015</year>
            <article-title>Implementasi Model Pembelajaran Jigsaw pada Mata Pelajaran IPA Materi Berbagai Bentuk Energi dan Penggunaannya pada Siswa Kelas IV SDN Kraton 4 Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2014/2015</article-title>
            <publisher-loc>Magetan</publisher-loc>
            <publisher-name>STKIP Doktor Nugroho Magetan</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R16">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Nasrudin</surname><given-names>Iyus Herdiana</given-names></name>
            <name><surname>Nazudi</surname><given-names>Nif’an</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2018</year>
            <article-title>Pengembangan Model Pendidikan Karakter Berdasarkan Sifat Fitrah Manusia</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan Karakter</source>
            <volume>5</volume>
            <issue>1</issue>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R17">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Nisa'</surname><given-names>Nur Hananiya Pratiwi Khoirun</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2018</year>
            <article-title>Pengembangan Pembelajaran Berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) pada Materi IPA Energi Bunyi SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo</article-title>
            <publisher-loc>Sidoarjo</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R18">
        <element-citation publication-type="web">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Pratama</surname><given-names>Dinar</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2011</year>
            <article-title>Teknik Pengumpulan Data Kualitatif</article-title>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://dinarpratama.wordpress.com/2011/01/08/">https://dinarpratama.wordpress.com/2011/01/08/</ext-link>
            <comment>(Diakses 24 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R19">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sapriya</surname></name>
            </person-group>
            <year>2015</year>
            <source>Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran</source>
            <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
            <publisher-name>PT Remaja Rosdakarya</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R20">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sari</surname><given-names>Apriliani Puspa Arum</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2019</year>
            <article-title>Analisis Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PPKN untuk Mengembangkan Karakter Siswa Kelas IV SD N 4 Depok Kabupaten Grobogan</article-title>
            <publisher-loc>Semarang</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Negeri Semarang</publisher-name>
            <comment>(Online PDF, diakses 20 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R21">
        <element-citation publication-type="thesis">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sofiasyari</surname><given-names>Irma</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2020</year>
            <article-title>Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Tematik di Kelas IV Sekolah Dasar Kota Semarang</article-title>
            <publisher-loc>Semarang</publisher-loc>
            <publisher-name>Universitas Negeri Semarang</publisher-name>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="http://lib.unnes.ac.id">http://lib.unnes.ac.id</ext-link>
            <comment>(Diakses 20 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R22">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Sujatmiko</surname></name>
            </person-group>
            <year>2019</year>
            <article-title>Penguatan Pendidikan di SD</article-title>
            <source>Jurnal Pendidikan</source>
            <publisher-name>Universitas Negeri Malang</publisher-name>
            <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/12684">http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/12684</ext-link>
            <comment>(Diakses 19 Mei 2023)</comment>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R23">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Susanto</surname><given-names>Ahmad</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2013</year>
            <source>Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar</source>
            <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Prenadamedia Grup</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R24">
        <element-citation publication-type="book">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Walgito</surname><given-names>Bimo</given-names></name>
            </person-group>
            <year>2003</year>
            <source>Psikologi Sosial (Suatu Pengantar)</source>
            <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
            <publisher-name>Andi</publisher-name>
        </element-citation>
        </ref>

        <ref id="R25">
        <element-citation publication-type="journal">
            <person-group person-group-type="author">
            <name><surname>Wijaya</surname><given-names>Hengki</given-names></name>
            <name><surname>Arismunandar</surname></name>
            </person-group>
            <year>2018</year>
            <article-title>Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis Media Sosial</article-title>
            <source>Jurnal Jaffray</source>
            <volume>16</volume>
            <issue>2</issue>
            <fpage>175</fpage>
            <lpage>196</lpage>
        </element-citation>
        </ref>
    </ref-list>
</back>

</article>
