<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.3 20210610//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.3/JATS-journalpublishing1-3.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" dtd-version="1.3" article-type="research-article">
    <front>

        <journal-meta>

            <journal-id journal-id-type="issn">2829-7911</journal-id> <!-- issn di ubah -->

            <journal-title-group> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <journal-title>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) </journal-title>
            </journal-title-group>

            <issn pub-type="epub">2829-7911</issn> <!-- issn di ubah -->
            <issn pub-type="ppub">2829-7911</issn> <!-- issn di ubah -->

            <publisher> <!-- bagian ini di samakan dgn jenis jurnal -->
                <publisher-name>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) </publisher-name>
            </publisher>

        </journal-meta>

        <article-meta>
            <article-id pub-id-type="doi">10.55927/jiph.v4i3.53</article-id><!-- DOI ini di ubah -->
            <article-categories/>

            <title-group> <!-- ini judul di ubah dgn judul jurnal/artikel -->
                <article-title>Analysis SWOT of the Implementation of the Merdeka Curriculum in State Junior High School 2 Gunung Talang, Solok Regency</article-title>
            </title-group>

            <contrib-group> <!-- bagian ini di samakan dgn nama penulis di jurnal -->
                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <given-names>Zulhendri</given-names> <!-- Nama pertama -->
                        <surname>Zulhendri</surname> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                    <xref ref-type="corresp" rid="cor-0"/>
                </contrib>

                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <surname>Hendra</surname> <!-- Nama pertama -->
                        <given-names>Ritman </given-names> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                </contrib>

                <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <surname>Adripen</surname> <!-- Nama pertama -->
                        <given-names>Adripen</given-names> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                </contrib>

                  <contrib contrib-type="author">
                    <name>
                        <surname>Haviz</surname> <!-- Nama pertama -->
                        <given-names>M.</given-names> <!-- Nama belakang -->
                    </name>
                </contrib>
            </contrib-group>

            <author-notes>
                <corresp id="cor-0">
                    <p>
                        <bold>Corresponding author:</bold>Zulhendri
                        <email> zulhendrihendriks@gmail.com </email>
                    </p>
                </corresp>
            </author-notes>

            <!-- Bagian ini juga di samakan dgn jurnal -->
            <pub-date-not-available/>
            <pub-date-not-available/>
            <volume>4</volume> <!-- Volume di ubah -->
            <fpage>171</fpage> <!-- Halaman depan di ubah -->
            <lpage>184</lpage> <!-- Halaman belakang di ubah -->

            <!-- Bagian tanggal, bulan, tahun harus diubah sesuai dengan jurnal -->
            <history>
                <date date-type="received" iso-8601-date="2025-07-15">
                    <day>15</day> <!-- tanggal -->
                    <month>07</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>

                <date date-type="rev-recd" iso-8601-date="2025-07-29">
                    <day>29</day> <!-- tanggal -->
                    <month>07</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>
                
                <date date-type="accepted" iso-8601-date="2025-08-22">
                    <day>22</day> <!-- tanggal -->
                    <month>08</month> <!-- bulan -->
                    <year>2025</year> <!-- tahun -->
                </date>
            </history>

            <permissions>

                <!-- Ini juga di samakan dengan jenis jurnal, kalau beda, ya di ubah/samakan -->
                <copyright-holder>Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH)</copyright-holder>

                <license> <!-- Ini gak usah di ubah -->
                    <ali:license_ref xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</ali:license_ref>
                    <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.</license-p>
                </license>

            </permissions>

            <!-- Ini di ubah, diisi dengan judul jurnal -->
            <!-- bagian isi dari xlink:title di ubah dan setelahnya juga judul jurnal diubah -->
            <!-- bagian isi dari xlink:href juga di sesuaikan dengan link jurnal nya -->
            <self-uri xlink:href="https://journal.formosapublisher.org/index.php/jiph" xlink:title="Analysis SWOT of the Implementation of the Merdeka Curriculum in State 
            Junior High School 2 Gunung Talang, Solok Regency">Analysis SWOT of the Implementation of the Merdeka Curriculum in State 
            Junior High School 2 Gunung Talang, Solok Regency</self-uri>
            <abstract> <!-- Abstrak di ubah/sesuaikan dengan jurnal -->
                <p>This study aims to determine how, SWOT 
                Analysis of the implementation of the 
                independent curriculum at State Junior High 
                School (SMPN) 2 Gunung Talang, Solok 
                Regency.  This  type  of  research  uses  qualitative 
                research  through  descriptive  analysis  methods. 
                The results of this study indicate that the SWOT 
                Analysis consisting of strengths, weaknesses, 
                opportunities,  threats  from  the  strength  side  by 
                creating effective teaching and learning activities 
                through preparing materials and paying 
                attention  to  student  needs.  And  the  weakness 
                analysis is very limited number of guidebooks or 
                reference  books  that  can  support  learning.  And 
                the  opportunity  analysis  with  the  independent 
                curriculum educators becomes easier to provide 
                explanations to students, so that students become 
                active, learning can be adjusted to student needs, 
                the  implementation  of  differentiated  learning, 
                and educators are free to design teaching 
                modules. Analysis of challenges with the 
                Independent Curriculum makes educational 
                institutions  to  complete  according  to  learning 
                needs in achieving national education goals</p>
            </abstract>

            <!-- ini bagian keyword juga disesuaikan dgn jurnal -->
            <kwd-group>
                <kwd>SWOT Analysis</kwd>
                <kwd>Implementation</kwd>
                <kwd>Independent Curriculum</kwd>
            </kwd-group>

            <!-- Bagian ini tidak perlu di ubah -->
            <custom-meta-group>
                <custom-meta>
                    <meta-name>File created by JATS Editor</meta-name>
                    <meta-value>
                        <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://jatseditor.com" xlink:title="JATS Editor">JATS Editor</ext-link>
                    </meta-value>
                </custom-meta>
            </custom-meta-group>

        </article-meta>
    </front>
    
    <body>

        <sec>
            <title>PENDAHULUAN</title>
            <p>Pendidikan  sangat  penting  untuk  meningkatkan  sumber  daya  manusia 
            yang  berkualitas  dan bermutu,  serta  menjadi  pilar  utama  dan tolak  ukur 
            kesuksesan dan kemajuan suatu negara.  Ini sejalan dengan apa yang dikatakan 
            Ki Hajar Dewantara (Nurkholis, 2013: 3),  yang  menyatakan  bahwa  pendidikan 
            adalah upaya untuk meningkatkan budi pekerti, pikiran, dan fisik anak sehingga 
            mereka dapat mencapai kesempurnaan hidup, yaitu hidup dan menghidupkan 
            anak  selaras  dengan  alam  dan  masyarakatnya.  Dengan  demikian,  pendidikan 
            berarti menuntun anak sejak lahir untuk mencapai kedewasaan fisik dan rohani 
            melalui interaksi dengan alam dan lingkungannya.</p>
            <p>Pendidikan yang berkualitas, menurut Widodo (2015: 2), adalah 
            pendidikan yang mampu mengembangkan potensi yang luar biasa yang dimiliki 
            siswa. Untuk mengembangkan potensi ini, diperlukan pedoman atau acuan agar 
            mereka dapat berkembang dengan cara yang diharapkan. 
            Kurikulum adalah dasar pendidikan di Indonesia.  Kurikulum berfungsi 
            sebagai pilar utama proses pendidikan, terutama dalam proses belajar mengajar.  
            Kurikulum,  menurut  Cahyono,  Budiwibowo,  dan  Murwani  (2015:  100),  adalah 
            set rencana dan pengaturan yang mencakup tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta 
            bagaimana mereka digunakan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran 
            untuk mencapai tujuan akademik. </p>
            <p>Kurikulum  adalah  inti  pendidikan,  menurut  Asri  (2017:  1),  dan  Abong 
            (2015: 1) mengatakan bahwa kurikulum menentukan kualitas pendidikan.  Peran 
            guru sebagai pendidik, peserta didik, dan kurikulum itu sendiri sangat penting 
            karena tanpa kurikulum pendidikan tidak dapat dilakukan dengan baik.</p>
            <p>Pendidikan  di  Indonesia  saat  ini  menjadi  sangat  diperbincangkan,  tidak 
            hanya tentang bagaimana siswa dapat lulus sekolah, tetapi juga tentang 
            bagaimana pembelajaran dilaksanakan dengan baik sehingga dapat 
            mencerdaskan  siswa  sebagai  generasi  penerus  bangsa.    Pergantian  kurikulum 
            adalah  masalah  utama  yang  dibahas  saat  ini  karena  satuan  pendidikan  belum 
            siap  dengan  materi  kurikulum.    Kurikulum  Indonesia  sudah  beberapa  kali 
            diubah.    Asri  (2017:  1)  menyatakan  bahwa  perubahan  kurikulum  disebabkan 
            oleh  masyarakat  yang  tidak  puas  dengan  hasil  pendidikan  sekolah  dan  selalu 
            ingin memperbaikinya.  Kurikulum di Indonesia bergonta-ganti, tetapi 
            tujuannya sama: meningkatkan kualitas pendidikan agar siswa mampu bersaing 
            di era modern.</p>
            <p>Menurut  Khoirurrijal  et  al.  (2022:  45)  penerapan  kurikulum  merdeka 
            berarti  menerapkan  kurikulum  pembelajaran  yang  beragam  dan  dioptimalkan 
            dari  segi  konten,  sehingga  memberi  siswa  cukup  waktu  untuk  mempelajari 
            konsep dan memperkuat kemampuan mereka.</p>
            <p>Dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) 
            Kemendikbudristek  memberikan  keleluasan  kepada  satuan  pendidikan  dalam 
            melakukan  implementasi  kurikulum  dengan  memberikan  tiga  tawaran  model 
            berdasarkan kesiapan guru dan tenaga kependidikan, yakni (1) mandiri belajar, 
            yakni model implementasi yang memberikan kebebasan kepada satuan 
            pendidikan  saat  menerapkan  kurikulum  merdeka  tanpa  mengganti  kurikulum 
            satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan, (2) mandiri berubah yakni model implementasi yang memberikan keleluasaan kepada 
            satuan pendidikan saat menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan 
            perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan, dan (3) mandiri 
            berbagi yaitu model implementasi yang memberikan keleluasaan kepada satuan 
            pendidikan  dalam  menerapkan  kurikulum  merdeka  dengan  mengembangkan 
            sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan. </p>
            <p>Kemendikbudristek mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di 
            sekolah dengan menyediakan platform pendidikan merdeka, berbagai webinar, 
            penyediaan praktik baik kepada komunitas belajar dan narasumber, dan 
            penyediaan  mitra  pembangunan  dan  pusat  layanan  bantuan.    Kementerian 
            Pendidikan  telah  memberikan  platform  merdeka  mengajar  dalam  kurikulum 
            merdeka untuk membantu guru mengajar sesuai kemampuan muridnya, 
            memberikan  pelatihan  untuk  meningkatkan  kompetensi,  dan  berkarya  untuk 
            menginspirasi  rekan  sejawat.    Salah  satu  tantangan  terbesar  bagi  guru  di  SMP 
            Negeri  2  Gunung  Talang  saat  ini  adalah  bagaimana  menggunakan  platform 
            mengajar sebagai peluang dan kekuatan untuk meningkatkan kualitas 
            pendidikan siswa mereka.  Guru memerlukan akun Belajar.id untuk 
            menggunakan platform merdeka mengajar. </p>
            <p>Kurikulum merdeka, menurut Kemendikbud RI (2022: 9) adalah 
            kurikulum yang memiliki pembelajaran intrakurikuler yang beragam dan 
            konten yang beragam sehingga peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk 
            mempelajari konsep dan menguatkan kemampuan mereka.  Kurikulum 
            merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, 
            berfokus pada materi dasar dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta 
            didik, dan memberikan guru kebebasan untuk memilih berbagai perangkat ajar 
            untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. 
            Yanti,  Zaini,  dan  Haviz  (2023:  17)  menyatakan  bahwa  analisis  SWOT 
            adalah metode atau pendekatan untuk menentukan kekuatan (strengths), 
            kelemahan  (weaknesses),  peluang  (opportunities),  dan  ancaman  (threats)  yang 
            dapat mengancam perusahaan dalam spekulasi bisnis.  Tujuan akhir dari analisis 
            SWOT,  menurut  Wardoyono  i(2011:  2),  adalah  untuk  menghasilkan  berbagai 
            pilihan  strategi  yang  lebih  fungsional,  sehingga  strategi  tersebut  akan  lebih 
            mudah digunakan dan diterapkan. </p>
            <p>Salah  satu  kelebihan  analisis  SWOT,  menurut  Sulistiani  (2020:  8)  adalah 
            bahwa itu biasanya sederhana dan mudah digunakan, dan dapat menunjukkan 
            kekuatan dan kelemahan internal serta ancaman dan peluang dari sumber luar.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>TINJAUAN PUSTAKA</title>
            <p>Penelitian ini berfokus pada Analisis Swot terhadap implementasi 
            kurikulum merdeka pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Gunung Talang 
            di  Kabupaten  Solok.  Penelitian  ini  di  batasi  pada  Bagaimana  Implementasi 
            Kurikulum  Merdeka  pada  SMPN  2  Gunung  Talang  Kabupaten  Solok  melalui 
            Analisis SWOT.</p>
            <p>Dari berbagai literature menemukan, Rohman dalam Jurnalnya berjudul: 
            Analisis SWOT dalam Lembaga Pendidikan (Studi Kasus di SMP Islam 
            Yogyakarta), perlu adanya dilaksanakan analisis swot pada lembaga pendidikan Islam melalui mutu lembaga dengan begitu banyaknya sebaran lembaga 
            pendidikan. (Rochman, 2019). Muatan dalam ini meneliti pada aspek 
            peningkatan mutu lembaga pendidikan islam melalui Analisis SWOT.  </p>
            <p>Jannah dalam jurnalnya yang berjudul: Pentingnya Analisis Swot dalam 
            Suatu Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Jurnal ini memberikan informasi, 
            bahwa  dalam  perkembangan  dunia  bisnis  dengan  perkembangan  yang  sangat 
            komprehensif diperlukan strategi melalui analisis SWOT (Jannah et al., 2024).  
            Rini dalam Jurnalnya berjudul: Penerapan Analisis Swot dalam Lembaga 
            Pendidikan Islam, dalam Jurnal ini menerangkan bahwa analisis SWOT menjadi 
            kebutuhan  dalam  upaya  menghadapi  era  globalisasi  (Rini  Wahyuni  Siregar, 
            2021)</p>
            <p>Berdasarkan  Jurnal  yang  diterangkan  di  atas,  maka  ada  peluang  bagi 
            peneliti dalam menguaraikan dan menganalisis secara deskriptif anallitis 
            terhadap  penelitian  ini  yang  fokus  pada  Analsis  SWOT  dalam  Implementasi 
            kurikulum Merdeka  dengan  melibatkan  semua  unsur  dari  Kepala  Sekolah 
            sampai kepada seluruh tim yang meningkatkan mutu pelaksanaannya.  </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>METODOLOGI</title>
            <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif analitis melalui 
            metode  kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrumen  kunci 
            dalam  pengumpulan  data  dan  dokumentasi  terhadap  Analsis  SWOT  terhadap 
            Implementasi  Kurikulum  Merdeka  pada  SMPN  2  Gunung  Talang  Kabupaten 
            Solok. </p>
            <p>Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian dimulai dari 
            observasi terhadap pelaksanaan  kurikulum merdeka, setelah itu  melaksanakan 
            wawancara (interview), mengumpulkan data dan dokumentasi terhadap semua 
            bahan-bahan yang dibutuhkan. Selatelah melakukan tiga tahapan di atas, maka 
            akan dilakukan pengolahan data secara Analisis Diskriptif. </p>
        </sec>
        
        <sec>
            <title>HASIL</title>
            <p>Sejak berdirinya pada tahun 1981, SMP N 2 Gunung Talang terus 
            mengalami perkembangan dan kemajuan seiring dengan perkembangan 
            informasi dan teknologi.  SMP Negeri 2 Gunung Talang diakui sebagai salah satu 
            sekolah  standar  nasional (SSN)  pada  tahun 2006.  Sekolah ini  mencapai  berbagai 
            prestasi, baik di bidang akademik maupun di bidang seni dan olahraga.  Sebuah 
            piala  terpajang  dilemari  pajangan  menunjukkan  hal  ini.    Dengan  tindakan  ini, 
            minat dan keinginan siswa yang telah menyelesaikan sekolah dasar untuk masuk 
            ke sekolah ini telah meningkat. </p>
            <p>SMPN 2 Gunung Talang adalah sekolah yang disukai di Kabupaten Solok 
            karena  memiliki  banyak  potensi  akademik  dan  non  akademik.    SMP  Negeri  2 
            Gunung  Talang  memiliki  potensi  akademik  yang  luar  biasa.  Sekolah  ini  pernah 
            menjadi juara olimpiade Sains Tingkat Kabupaten dalam bidang IPS dan 
            matematika, juara LPUN di Sumatera Barat, dan menerima nilai tertinggi UNBK 
            dalam  mata  pelajaran  Bahasa  Inggris  dan  IPA.    Juara  Umum  Lomba  Mata 
            Pelajaran  SMAN  I  Gunung  Talang  di  Sumatera  Barat.    Potensi  non-akademik 
            termasuk  meraih  Medali  Emas  tingkat  nasional  dalam  ajang  FLS2N  tahun  2021 
            untuk lagu solo, Medali Emas untuk cabang kreasi tari, Medali Emas untuk musik 
            tradisi, dan Medali Emas untuk lagu solo tingkat kabupaten solok. </p>
            <p>Selain  itu,  prestasi  dalam  atletik,  gulat,  badminton,  karate,  seni  musik 
            tradisional  LPI,  kaligrafi,  MTQ,  kepramukaan,  debat,  kisah,  tari,  tahfiz,  tilawah, 
            dan  pidato.    Ini  menunjukkan  bahwa  siswa  SMPN  2  Gunung  Talang  memiliki 
            bakat yang luar biasa di sekolah. Sekolah-sekolah yang disukai di Sumatera Barat 
            seperti SPAN, SMA Negeri 1 Padang Panjang, dan SMA Negeri 1 dan 2 Sumatera 
            Barat menerima lulusannya dengan baik.  Walaupun di tengah pandemi COVID-
            19,  SMPN  2  Gunung  Talang  tetap  berprestasi  di  bidang  LCCM  untuk  mewakili 
            kabupaten Solok pada tahun 2021. </p>
            <p>Menurut Wiswasta, Agung, dan Tamba (2018: 5) analisis SWOT adalah cara 
            untuk menyelesaikan masalah pendidikan dengan melihat kekuatan dan 
            kelemahan lingkungan internal serta peluang dan hambatan lingkungan 
            eksternal. Ini dilakukan agar prestasi di atas dapat dipertahankan dan 
            ditingkatkan.  Didasarkan pada logika, analisis ini dapat memaksimalkan 
            kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), tetapi juga dapat menghasilkan 
            kelemahan  (weaknesses)  dan  ancaman  (threats).    Jadi,  sekolah  harus  meninjau 
            kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan (SWOT) berikut: </p>
            <p><bold><italic> Hasil analisis SWOT Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan </italic></bold></p>
            <p>Jumlah  Tenaga  Pendidik  48  orang  dan  Tenaga  Kependidikan  10  orang dengan Total 58 Orang. Hasil Analisis SWOT nya dapat dilihat pada Tabel berikut:</p>
            <table-wrap >
                <label>Tabel 1 Hasil Analisis SWOT Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan</label>
                <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-30 155436.png"/>
                <table>
                    <thead>
                        <tr>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Kekuatan (Strengths)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Kelemahan (Weaknesses)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Peluang (Opportunities)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Tantangan (Threats)</th>
                        </tr>
                    </thead>
                    <tbody>
                        <tr>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Pendidik berjumlah 47 orang dan tenaga kependidikan berjumlah 10 orang.</p>
                                    </list-item>
                                    <list-item>
                                        <p>Pendidik dan tenaga pendidik terdiri dari 28 orang PNS, 8 orang P3K, dan 10 orang non PNS.</p>
                                    </list-item>
                                    <list-item>
                                        <p>Terdapat 30 orang pendidik sudah memiliki sertifikat pendidik.</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Belum seluruh pendidik sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan.</p>
                                    </list-item>
                                    <list-item>
                                        <p>Hanya sebagian besar pendidik memenuhi kriteria minimal kompetensi pendidik.</p>
                                    </list-item>
                                    <list-item>
                                        <p>Belum seluruh pendidik mengajar sesuai dengan kualifikasi jurusan atau bidangnya.</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Terbentuknya Komunitas Belajar (Kombel) untuk meningkatkan kualitas mengajar pendidik.</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Belum seluruh tenaga pendidik memiliki metode pembelajaran yang baik untuk peserta didik.</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                        </tr>
                    </tbody>
                </table>
            </table-wrap>
            <p>Menurut  Putra,  Rakhmat,  dan  Pratama  (2023:  64),  peran  guru  sangat 
            penting dalam  proses pendidikan.   Pengawas sekolah, kepala sekolah, staf 
            administrasi,  pustakawan,  dan  teknisi  lab  adalah  anggota  staf  pendidikan  di 
            sekolah dasar dan menengah.</p>
            <p><bold><italic> Hasil Analisis SWOT Standar Sarana dan Prasarana </italic></bold></p>
            <p>Hasil analisis SWOT Standar Sarana dan Prasarana dapat dilihat pada tabel berikut:</p>
            <table-wrap >
                <label>Tabel 2 Hasil Analisis SWOT Standar Sarana dan Prasarana</label>
                <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-30 155728.png"/>
                <table>
                    <thead>
                        <tr>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Kekuatan (Strengths)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Kelemahan (Weaknesses)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Peluang (Opportunities)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Tantangan (Threats)</th>
                        </tr>
                    </thead>
                    <tbody>
                        <tr>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Tersedianya infokus dan layar infokus agar tercapainya tujuan pembelajaran.</p>
                                    </list-item>
                                    <list-item>
                                        <p>Adanya perangkat pembelajaran, media pembelajaran, dan bahan ajar.</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Belum memadainya sarana dan prasarana dalam penerapan kurikulum merdeka dan dengan target dan standar yang ditetapkan pemerintah</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Pendidik dapat menggunakan alternatif lain jika terdapat kekurangan sarana dan prasarana.</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">
                                <list list-type="order">
                                    <list-item>
                                        <p>Fasilitas yang dimiliki belum seluruhnya dapat memenuhi kebutuhan peserta didik.</p>
                                    </list-item>
                                </list>
                            </td>
                        </tr>
                    </tbody>
                </table>
            </table-wrap>
            <p>Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Republik  Indonesia  No.  4  tahun 
            2007 menetapkan standar sarana dan prasarana untuk sekolah dasar atau 
            madrasah. Peraturan ini menetapkan bahwa sekolah dasar atau madrasah harus 
            memiliki  minimal  sebelas  jenis  fasilitas,  termasuk  ruang  kelas,  perpustakaan, 
            laboratorium IPA, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang ibadah, ruang UKS, 
            toilet, gudang, sirkulasi, dan area untuk pendidikan lanjutan. </p>
            <p>SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  memiliki  semua  fasilitas  dan  infra  yang 
            disebutkan dalam BSNP di atas. Kekuatan SMP Negeri 2 Gunung Talang terlihat 
            dari infokus yang mendukung proses belajar.  Meskipun hanya ada empat fokus 
            yang  tersedia,  guru  dapat  memanfaatkan  tiga  puluh  fokus  secara  bergiliran.  
            Meskipun demikian, beberapa fasilitas dan sarana tambahan masih tidak 
            memadai, seperti:</p>
            <p>1. Komputer yang dibutuhkan 5, sedangkan yang tersedia 4</p>
            <p>2. CPU yang dibutuhkan 5, sedangkan yang tersedia 4</p>
            <p>3. Printer yang dibutuhkan 5, sedangkan yang tersedia 4</p>
            <p>4. Komputer untuk UNBK yang dibutuhkan 100, sedangkan yang tersedia 45</p>
            <p>5. Infokus yang dibuthkan 30, sedangkan tersedia 4</p>
            <p>6. AC yang dibutuhkan 30, sedangkan tersedia 2</p>
            <p><bold><italic> Hasil analisis SWOT Standar Pembiayaan </italic></bold></p>
            <p>Hasil analisis SWOT Standar Pembiayaan dapat dilihat pada tabel berikut:</p>
            <table-wrap >
                <label>Tabel 3 Hasil Analisis SWOT Standar Pembiayaan</label>
                <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-30 160010.png"/>
                <table>
                    <thead>
                        <tr>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Kekuatan (Strengths)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Kelemahan (Weaknesses)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Peluang (Opportunities)</th>
                            <th align="center" rowspan="1" colspan="1">Tantangan (Threats)</th>
                        </tr>
                    </thead>
                    <tbody>
                        <tr>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">Biaya investasi dan operasional berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan komite sekolah.</td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">Dana yang diperoleh belum mencukupi kebutuhan dalam menerapkan kurikulum merdeka.</td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">Mengadakan diskusi dengan komite jika dana yang ada tidak mencukupi untuk penerapan kurikulum merdeka.</td>
                            <td align="left" rowspan="1" colspan="1">Hanya dana BOS yang dapat digunakan sebagai sumber dana untuk menerapkan kurikulum merdeka.</td>
                        </tr>
                    </tbody>
                </table>
            </table-wrap>
            <p>Standar  pembiayaan,  yang  diatur  oleh  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19 
            Tahun 2005, mengatur elemen dan jumlah biaya yang diperlukan untuk 
            operasional  satuan  pendidikan  selama  satu  tahun.  Standar  ini  mencakup  biaya 
            investasi, biaya operasional, dan biaya tenaga kerja. </p>
            <p>Biaya investasi dan biaya operasional yang diperoleh dari Bantuan 
            Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk mendukung pelaksanaan kurikulum 
            merdeka  di  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang.  Namun,  dana  yang  tersedia  saat  ini 
            masih belum mencukupi untuk melaksanakan kurikulum merdeka di SMP Negeri 
            2 Gunung Talang.  Pihak sekolah mengadakan pertemuan dengan komite sekolah 
            untuk mencari solusi. Mereka juga memutuskan untuk menggunakan dana yang 
            kurang dari komite. </p>
        </sec>

        <sec>
            <title>PEMBAHASAN</title>
            <sec>
                <p>Penulis  mengumpulkan  informasi  melalui  wawancara,  observasi,  dan 
                penelaahan dokumen. Kemudian, mereka mengolah, menganalisis, dan 
                menjelaskan  data  yang  diperoleh  di  lokasi  penelitian  dengan  menggunakan 
                bahasa dan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami. </p>
                <p><bold><italic> Hasil analisis SWOT  </italic></bold></p>
                <p>Menurut  Susanti  (2018:  107),  analisis  SWOT  menggambarkan  empat  hal: 
                kekuatan dan kelemahan, yang berasal dari sekolah, dan peluang dan ancaman, 
                yang berasal dari luar sekolah.  Analisis SWOT dilakukan untuk menilai kinerja 
                dan kualitas sebuah sekolah.  Ini dicapai melalui peninjauan tiga standar 
                pendidikan: standar pembiayaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, dan 
                standar  sarana  dan  prasarana.    Tujuannya  adalah  untuk  menemukan  kekuatan, 
                kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi SMP Negeri 2 Gunung Talang.</p>
                <p>1. Strength (kekuatan)</p>
                <p>Kekuatan  (strengths),  menurut  Susanti  (2018:  96),  adalah  kondisi  internal 
                yang  menguntungkan  yang  memberikan  daya  saing  bagi  lembaga  pendidikan 
                dalam  menghadapi  persaingan.    Selain  itu,  keunggulan  lembaga  terdiri  dari 
                sumber daya yang dimiliki dan upaya yang telah dilakukan.  Setelah itu, kekuatan 
                ini menjadi penting untuk membedakan lembaga pendidikan dari yang lain. 
                Menurut  hasil wawancara  dengan  kepala  sekolah  SMP  Negeri 2  Gunung 
                Talang, mengungkapkan bahwa:</p>
                <p>“Kekuatan SMP Negeri 2 Gunung Talang dapat dinilai dari sejumlah aspek. 
                Pertama,  terkait  dengan  kualitas  guru  dan  staf  pendidikan,  yaitu  sumber  daya 
                manusia.  Terdapat  47  guru  dan  10  staf  pendidikan  di  sekolah  ini.  Dari  total 
                tersebut,  28  merupakan  pegawai  negeri,  11  adalah  pegawai  non  negeri,  dan  8 
                merupakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Sebanyak 30 orang telah 
                memiliki sertifikat pendidikan, sementara 17 lainnya belum memilikinya. </p>
                <p>Mengenai  jumlah  pendidik  dan  staf  pendidikan,  sudah  cukup  untuk 
                melaksanakan kurikulum merdeka, ditambah lagi mereka mampu menggunakan 
                teknologi  dan  menguasai  informasi  teknologi.  Kedua,  dalam  hal  fasilitas  dan 
                infrastruktur, untuk menerapkan kurikulum merdeka dengan sukses, perangkat 
                yang digunakan adalah proyektor dan layar proyektor. Sedangkan, infrastruktur 
                yang diperlukan mencakup alat pembelajaran, media pendidikan, dan materi ajar.  
                Ketiga, dari sudut pandang pendanaan, biaya untuk investasi dan operasi 
                SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  bersumber  dari  anggaran  Bantuan  Operasional 
                Sekolah  (BOS)  serta  komite  sekolah.  Dalam  pelaksanaan  kurikulum  merdeka, 
                pengelolaan dana diatur sesuai dengan kebutuhan yang ada” </p>
                <p>Hasil  wawancara  menunjukkan  bahwa  guru  di  SMP  Negeri  2  Gunung 
                Talang telah menyelesaikan pendidikan Strata 1. Mereka juga memenuhi 
                persyaratan  yang  ditetapkan  oleh  pemerintah  dalam  Pasal  28  Ayat  1  tentang 
                standar pendidikan dan pengajaran.  Sebagai penggerak pembelajaran, guru harus 
                memiliki  kualifikasi  akademik  dan  keahlian  untuk  mencapai  tujuan  pendidikan 
                nasional.  Di SMP Negeri 2 Gunung Talang, kebanyakan guru memiliki sertifikat 
                mengajar.      SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  menggunakan  infokus  sebagai  alat 
                bantu dalam belajar.  Dalam hal dana, SMP Negeri 2 Gunung Talang 
                menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). </p>
                <p>Di  sisi  lain,  perwakilan  dari  kurikulum  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang menyatakan bahwa: </p>
                <p>“Kekuatan pelaksanaan kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung 
                Talang dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama-tama, proses belajar mengajar 
                di  sekolah  ini  telah  menerapkan  kurikulum  merdeka.  Selanjutnya,  hal  menarik 
                yang ditawarkan oleh kurikulum merdeka adalah bahwa siswa memiliki 
                kesempatan untuk belajar sesuai dengan minat dan bakat mereka. Ketiga, penting 
                bagi pendidik untuk memahami profil belajar siswa dan gaya belajar mereka, serta 
                melakukan asesmen diagnostik untuk mengevaluasi kemampuan awal siswa.  
                Terakhir, siswa menunjukkan  lebih banyak  aktivitas, kreativitas, dan 
                semangat dalam belajar, karena pembelajaran disusun sesuai dengan kebutuhan 
                mereka”. </p>
                <p>Sementara itu, Pendidik dari SMP Negeri 2 Gunung Talang yaitu Irma Yeni menyatakan bahwa: </p>
                <p>“Kekuatan pelaksanaan kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung 
                Talang  dapat  dilihat  dari  beberapa  aspek.  Pertama,  untuk  menciptakan  proses 
                belajar  yang  efektif,  penting  untuk  mempersiapkan  materi  serta  memahami 
                kebutuhan siswa. Kedua, penerapan metode pembelajaran yang bervariasi sangat 
                penting  dalam  kurikulum  merdeka.  Ketiga,  penting  untuk  menggabungkan 
                metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Keempat, kurikulum 
                merdeka dirancang dengan cara yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan 
                kurikulum 2013”. </p>
                <p>Sedangkan  pendidik  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  (Revi  Musdayanti) mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>Kekuatan dari implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung 
                Talang,  dapat  dilihat  dari  berbagai  hal.  Pertama,  menciptakan  kegiatan  belajar 
                mengajar berdasarkan kurikulum merdeka yang efektif dapat dilakukan dengan 
                cara memahami materi dan menganalisis kebutuhan siswa. Kedua, Dalam 
                kurikulum merdeka menggunakan metode pembelajaran yang beragam 
                disesuaikan  dengan  kondisi  dan  kebutuhan  siswa.  Ketiga,  mengkolaborasikan 
                metode  pembelajaran  sesuai  agar  kegiatan  belajar  mengajar  efektif.  Keempat, 
                kurikulum merdeka lebih sederhana dari kurikulum 2013 dari segi penilaian.  
                Sedangkan  pendidik  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  (Dini  Isratil  Fadhila) 
                mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>Kekuatan dari implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung 
                Talang,  dapat  dilihat  dari  berbagai  hal.  Pertama,  menciptakan  kegiatan  belajar 
                mengajar berdasarkan kurikulum merdeka yang efektif dapat dilakukan dengan 
                cara mempersiapkan materi dan mengetahui kebutuhan siswa. Kedua, 
                menggunakan  metode  pembelajaran  berdiferensiasi  dalam  kurikulum  merdeka. 
                Ketiga, mengkolaborasikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. 
                Keempat, kurikulum merdeka lebih sederhana dari kurikulum 2013. </p>
                <p>2. Weaknesses (kelemahan)</p>
                <p>Kekurangan, termasuk keterampilan dan kemampuan yang menghalangi 
                kinerja  perusahaan,  dikenal  sebagai  kelemahan.    Sebagai  contoh,  kelemahan 
                adalah  kekurangan  yang  ada  di  institusi  pendidikan;  oleh  karena  itu,  institusi 
                pendidikan  harus  belajar  bagaimana  membuat  keputusan  untuk  memperbaiki 
                kelemahan  ini  agar  menjadi  kekuatan  dan  tidak  menjadi  penghalang  di  masa 
                depan. </p>
                <p>Hasil  wawancara  dengan  kepala  sekolah  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang menunjukkan bahwa: </p>
                <p>“Kelemahan dari SMP Negeri 2 Gunung Talang dilihat dari berbagai hal, 
                pertama  dari  segi  standar  pendidik  dan  tenaga  kependidikan,  yakni  belum 
                seluruh  tenaga  pendidik  sesuai  dengan  kualifikasi  yang  ditentukan,  sebagian 
                besar  tenaga  pendidik  memenuhi  kriteria  minimal  kompetensi  pendidik,  dan 
                belum seluruhya tenaga pendidik mengajar sesuai dengan kualifikasi jurusan atau 
                bidangnya. Kedua dari standar sarana dan prasarana, yakni belum memadainya 
                sarana dan prasarana SMP Negeri 2 Gunung Talang dalam penerapan kurikulum 
                merdeka dan  dengan target dan standar yang ditetapkan pemerintah.  Ketiga dari 
                standar  pembiayaan,  yakni  dana  yang  diperoleh  belum  mencukupi  kebutuhan 
                dalam menerapkan kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung Talang” 
                Sedangkan wakil kurikulum SMP Negeri 2 Gunung Talang 
                mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>Salah satu yang menjadi kelemahan dari implementasi kurikulum merdeka 
                di  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  yaitu,  kurangnya  kemampuan  guru  untuk 
                memanajemen  waktu  untuk  merancang  modul  yang  bisa  mengcover  semua 
                kebutuhan siswa. Kedua, masih ada beberapa siswa yang belum antusias untuk 
                mengikuti pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka.  
                Sedangkan  pendidik  1  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  mengungkapkan 
                bahwa:  </p>
                <p>‘’Kelemahan  dari  implementasi  kurikulum  merdeka  di  SMP  Negeri  2 
                Gunung  Talang  dapat  dilihat  dari,  jumlah  buku  pedoman  atau  buku  referensi 
                yang  bisa  menunjang  pembelajaran  sangat terbatas  dan  harus  ditambah  supaya 
                bisa memenuhi kebutuhan siswa.’</p>
                <p>Sedangkan  pendidik  SMP Negeri  2  Gunung  Talang  mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>‘’Kelemahan  dari  implementasi  kurikulum  merdeka  di  SMP  Negeri  2 
                Gunung Talang dapat dilihat dari, kurangnya kesiapan siswa dalam 
                pembelajaran.’’</p>
                <p>Sedangkan  pendidik  2  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang    mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>‘’Kelemahan  dari  implementasi  kurikulum  merdeka  di  SMP  Negeri  2 
                Gunung  Talang  dapat  dilihat  dari,  jumlah  buku  pedoman  atau  buku  referensi 
                yang bisa menunjang pembelajaran sangat terbatas dan harus ditambah. Kedua, 
                guru kurang memahami kegiatan intrakurikuler, projek P5, dan ekstrakurikuler, 
                sehingga masih membutuhkan pelatihan untuk mamahami hal tersebut.’’</p>
                <p>3. Opportunity (peluang)</p>
                <p>Peluang  adalah  keadaan  saat  ini  keadaan  saat  ini  atau  masa  depan  yang 
                memengaruhi sekolah. Peluang mengacu terhadap kondisi eksternal, kondisi itu 
                yang  dapat  menguntungkan  operasi  organisasi  ,  seperti  perubahan  undang  - 
                undang , pesaing , dan jumlah siswa baru.</p>
                <p>Dalam wawancara dengan kepala sekolah SMP Negeri 2 Gunung Talang, mengungkapkan bahwa:</p>
                <p>“Peluang dari SMP Negeri 2 Gunung Talang dilihat dari berbagai hal, 
                pertama  dari  segi  standar  pendidik  dan  tenaga  kependidikan,  yakni  membuat 
                komunitas belajar (kombel) untuk meningkatkan kualitas mengajar tenaga 
                pendidik.  Kedua  dari  standar  sarana  dan  prasarana,  yakni  meminta  tenaga 
                pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunkan alternative 
                lain jika terdapat kekurangan sarana dan prasarana.  Ketiga dari standar 
                pembiayaan, yakni menggadakan diskusi dengan komite jika dana yang ada tidak 
                mencukpi untuk penerapan kurikulum merdeka”</p>
                <p>Sedangkan wakil kurikulum SMP Negeri 2 Gunung Talang mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>‘’Salah satu yang menjadi peluang dari implementasi kurikulum merdeka 
                di SMP Negeri 2 Gunung Talang yaitu, kurikulum merdeka bisa mempermudah 
                siswa untuk kompeten di luar sekolah dalam bidang akademik. Kedua, pendidik 
                yang kreatif dalam merancang pembelajaran dapat membuat peserta didik enjoy 
                dalam kegiatan belajar mengajar.’’</p>
                <p>Sedangkan  pendidik  1  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>‘’Peluang dari implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung 
                Talang, yakni pertama,  dengan diterapkannya kurikulum merdeka tenaga 
                pendidik  menjadi  mudah  memberikan  penjelasan  kepada  siswa,  siswa  pun 
                menjadi aktif. Kedua, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. 
                Ketiga, diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi.’’</p>
                <p>Sedangkan  pendidik  2  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang    mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>‘’Peluang dari implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung 
                Talang, yakni pertama,  dengan diterapkannya kurikulum merdeka tenaga 
                pendidik  da  siswa  sangat  dimudahkan  dalam  memberikan  penjelasan.  Kedua, 
                tenaga pendidik bebas merancang modl kurikulum merdaka. Ketiga, 
                diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi.’’</p>
                <p>Sedangkan  pendidik  3  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang    mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>‘’Peluang dari implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung 
                Talang, yakni pertama,  dengan diterapkannya kurikulum merdeka tenaga 
                pendidik  menjadi  mudah  memberikan  penjelasan  kepada  siswa,  siswa  pun 
                menjadi  aktif.  Kedua,  tenaga  pendidik  menjadi  aktif  dan  kreatif,  pembelajaran 
                dapat  dissuaikan  dengan  kebutuhan  siswa.  Ketiga,  diterapkannya  pembelajaran 
                berdiferensiasi.’’ </p>
                <p>4. Threats (ancaman) </p>
                <p>Threats (ancaman) adalah kondisi eksternal sekolah atau madrasah, 
                sekarang  dan  yang  akan  datang  yang  tidak  menguntungkan,  dan  secara  serius 
                dapat  mempengaruhi  masa  depan  lembaga  pendidikan.  Tantangan  ini  dapat 
                berupa munculnya pesaing-pesaing baru. </p>
                <p>Menurut  hasil wawancara  dengan  kepala  sekolah  SMP  Negeri 2  Gunung Talang, mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>“Tantangan dari SMP Negeri 2 Gunung Talang dilihat dari berbagai hal, 
                pertama  dari  segi  standar  pendidik  dan  tenaga  kependidikan,  yakni  belum 
                seluruh tenaga pendidik memiliki metode pembelajaran yang baik untuk peserta 
                didik. Kedua dari standar sarana dan prasarana, yakni fasilitas yang dimiliki SMP 
                Negeri 2 Gunung Talang belum seluruhnya dapat memenuhi kebutuhan peserta 
                didik.    Ketiga  dari  standar  pembiayaan,  yakni  hanya  dana  BOS  yang  dapat 
                digunakan sebagai sumber dana untuk menerapkan kurikulum merdeka ” </p>
                <p>Sedangkan wakil kurikulum SMP Negeri 2 Gunung Talang mengungkapkan bahwa:</p>
                <p>Tantangan dari implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 
                Gunung Talang, yaitu hanya  ada 4  infokus yang bagus di sekolah untuk 
                menunjang proses pembelajaran.</p>
                <p>Sedangkan  pendidik  1  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  mengungkapkan bahwa: </p>
                <p>’Tantangan  dari  implementasi  kurikulum  merdeka  di  SMP Negeri  2 
                Gunung Talang, yaitu ditemukannya kendala dalam hal segi waktu dan fasilitas 
                pada saat pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka.’’</p>
                <p>Sedangkan pendidik 2 dan 3 SMP Negeri 2 Gunung Talang mengungkapkan sama bahwa: </p>
                <p>‘’Tantangan  dari  implementasi  kurikulum  merdeka  di  SMP Negeri  2 
                Gunung Talang, yakni pertama,  ditemukannya kendala dalam hal segi waktu dan 
                pada  saat  pelaksanaan  pembelajaran  berdasarkan  kurikulum  merdeka.  Kedua, 
                keterbatasan infokus dan speaker.’’ </p>
            </sec>
        </sec>

        <sec>
            <title>KESIMPULAN DAN REKOMENDASI</title>
            <p>Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan mengenai 
            “Analisis SWOT terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 
            Gunung Talang Kabupaten Solok” maka dapat disimpulkan sebagai berikut: </p>
            <p>1. Analisis  manfaat  penerapan  kurikulum  merdeka  di  SMP  Negeri  2  Gunung 
            Talang Kabupaten Solok menunjukkan bahwa persiapan materi dan 
            pemahaman tentang kebutuhan siswa, penggunaan pendekatan pembelajaran 
            berdiferensiasi,  kolaborasi  metode  pembelajaran  sesuai  dengan  kebutuhan 
            siswa, dan kurikulum merdeka lebih sederhana dari kurikulum 2013 daripada 
            kurikulum 2013.</p>
            <p>2. SMP Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok menghadapi beberapa 
            kendala saat menerapkan kurikulum merdeka.  Salah satunya adalah bahwa, 
            untuk  memenuhi  kebutuhan  siswa,  harus  ada  lebih  banyak  buku  pedoman 
            atau  buku  referensi.    Selain  itu,  siswa  tidak  siap  untuk  kelas  dan  guru  tidak 
            memahami kegiatan intrakurikuler, projek P5, dan ekstrakurikuler.  
            Akibatnya, guru memerlukan pelatihan tambahan</p>
            <p>3. SMP  Negeri  2  Gunung  Talang  Kabupaten  Solok  melakukan  analisis  potensi 
            pelaksanaan  kurikulum  merdeka.    Kurikulum  bebas  memungkinkan  guru 
            lebih mudah mengajar siswa, memungkinkan siswa menjadi aktif, 
            memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dan 
            memberikan guru kebebasan untuk membuat modul ajar mereka sendiri.</p>
            <p>4. Dalam  penerapan  kurikulum  merdeka  di  SMP  Negeri  2  Gunung  Talang, 
            Kabupaten Solok, ada beberapa masalah.  Sekolah hanya menggunakan empat 
            fokus utama yang bagus untuk mendukung pembelajaran. Tantangan lainnya 
            termasuk  keterbatasan  bicara  dan  keterbatasan  waktu  dan  sarana  untuk 
            menerapkan pembelajaran merdeka.</p>
        </sec>

        <sec>
            <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
            <p>Penelitian ini telah menghabiskan waktu dan tenaga serta bantuan 
            berbagai  Pihak  dalam  penyelesaian  Karya  ilmiah  dalam  bentuk  Jurnal  ini, 
            adapun Ucapan Terimakasih disampaikan kepada: </p>
            <p>1. Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Solok beserta Staf yang telah memberikan Izin untuk melakukan penelitian pada SMPN 2 Gunung Talang.</p>
            <p>2. Kepala Sekolah dan seluruh Pendidik serta Tenaga Kependidikan yang telah memberikan data dan informasi terkait Kajian yang dibahas.</p>
            <p>3. Seluruh Responden yang sangat responsive terhadap penggalian data 
            informasi dalam penuntasan kajian ilmiah ini.  </p>
        </sec>

    </body>

<back>
    <ref-list>
        <title>References</title>

       <ref id="ref1">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Abong</surname><given-names/></name>
                </person-group>
                <year>2015</year>
                <article-title>Konstelasi Kurikulum Pendidikan di Indonesia</article-title>
                <source>Jurnal AT-TURATS</source>
                <volume>9</volume>
                <issue>2</issue>
                <fpage>37</fpage>
                <lpage>48</lpage>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref2">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Asri</surname><given-names/></name>
                </person-group>
                <year>2017</year>
                <article-title>Dinamika Kurikulum di Indonesia</article-title>
                <source>Jurnal Program Studi PGMI</source>
                <volume>4</volume>
                <issue>2</issue>
                <fpage>192</fpage>
                <lpage>202</lpage>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref3">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Jannah</surname><given-names>M.</given-names></name>
                <name><surname>Faizah</surname><given-names>A. N.</given-names></name>
                <name><surname>Indraputri</surname><given-names>A. J.</given-names></name>
                <name><surname>Puspita</surname><given-names>V. E.</given-names></name>
                <name><surname>Hidayat</surname><given-names>R.</given-names></name>
                <name><surname>Ikaningtyas</surname><given-names>M.</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2024</year>
                <article-title>Pentingnya Analisis Swot dalam Suatu Perencanaan dan Pengembangan Bisnis</article-title>
                <source>IJESPG Journal</source>
                <volume>2</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>9</fpage>
                <lpage>17</lpage>
                <ext-link ext-link-type="uri">http://ijespgjournal.org</ext-link>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref4">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Nurkholis</surname><given-names/></name>
                </person-group>
                <year>2013</year>
                <article-title>Pendidikan dalam Upaya Memajukan Teknologi</article-title>
                <source>Jurnal Kependidikan</source>
                <volume>1</volume>
                <issue>1</issue>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref5">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Putra</surname><given-names>Aryana Dinoor</given-names></name>
                <name><surname>Rakhmat</surname><given-names>Cece</given-names></name>
                <name><surname>Pratama</surname><given-names>Febri Fajar</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2023</year>
                <article-title>Analisis Pelaksanaan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SDN 2 Sukamaju (Penelitian di SDN 2 Sukamaju Tasikmalaya)</article-title>
                <source>Jurnal Ilmu Pendidikan Islam</source>
                <volume>1</volume>
                <issue>3</issue>
                <fpage>62</fpage>
                <lpage>72</lpage>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref6">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Siregar</surname><given-names>Rini Wahyuni</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2021</year>
                <article-title>Penerapan Analisis Swot dalam Lembaga Pendidikan Islam</article-title>
                <source>Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam</source>
                <volume>2</volume>
                <issue>3</issue>
                <fpage>413</fpage>
                <lpage>418</lpage>
                <pub-id pub-id-type="doi">10.56114/al-ulum.v2i3.173</pub-id>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref7">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Rochman</surname><given-names>I.</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2019</year>
                <article-title>Analisis SWOT dalam Lembaga Pendidikan (Studi Kasus di SMP Islam Yogyakarta)</article-title>
                <source>Jurnal Keislaman Dan Kemasyarakatan</source>
                <volume>3</volume>
                <issue>1</issue>
                <fpage>36</fpage>
                <lpage>52</lpage>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref8">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Widodo</surname><given-names/></name>
                </person-group>
                <year>2015</year>
                <article-title>Potret Pendidikan di Indonesia dan Kesiapannya dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)</article-title>
                <source>Jurnal Cendekia</source>
                <volume>13</volume>
                <issue>2</issue>
                <fpage>293</fpage>
                <lpage>307</lpage>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref9">
            <element-citation publication-type="journal">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Yanti</surname><given-names>Ulan Sovi</given-names></name>
                <name><surname>Zaini</surname><given-names>Hasan</given-names></name>
                <name><surname>Haviz</surname><given-names>M.</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2023</year>
                <article-title>Analisis SWOT PPDB Pelaksanaan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Swasta Se-Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya</article-title>
                <source>Jurnal Manajemen Pendidikan dan Keislaman</source>
                <fpage>16</fpage>
                <lpage>24</lpage>
            </element-citation>
            </ref>


                <ref id="ref10">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Direktorat KSKK Menengah</surname><given-names/></name>
                </person-group>
                <year>2022</year>
                <source>Panduan Implemtasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah</source>
                <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref11">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Kemendikbud RI</surname><given-names/></name>
                </person-group>
                <year>2022</year>
                <source>Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka</source>
                <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Kemendikbud RI</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref12">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Kemendikbudristek</surname><given-names/></name>
                </person-group>
                <year>2022</year>
                <source>Tahapan Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan</source>
                <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
                <publisher-name>Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek RI</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref13">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Khoirurrijal</surname><given-names/></name>
                <etal/>
                </person-group>
                <year>2022</year>
                <source>Pengembangan Kurikulum Merdeka</source>
                <publisher-loc>Malang</publisher-loc>
                <publisher-name>CV. Literasi Nusantara Abadi</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref14">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Sulistiani</surname><given-names>Dwi</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2020</year>
                <source>Analisis SWOT sebagai Strategi Perusahaan dalam Memenangkan Persaingan Bisnis</source>
                <publisher-loc>Malang</publisher-loc>
                <publisher-name>UIN Maulana Malik Ibrahim Malang</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref15">
            <element-citation publication-type="thesis">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Susanti</surname><given-names>Eka</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2018</year>
                <source>Implementasi Analisis SWOT dalam Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Palembang</source>
                <publisher-loc>Palembang</publisher-loc>
                <publisher-name>Universitas Islam Negeri Raden Fatah</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref16">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Wardoyo</surname><given-names>Paulas</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2011</year>
                <source>Enam Alat Analisis Manajemen</source>
                <publisher-loc>Semarang</publisher-loc>
                <publisher-name>Semarang University Press</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>

            <ref id="ref17">
            <element-citation publication-type="book">
                <person-group person-group-type="author">
                <name><surname>Wiswasta</surname><given-names>I Gusti Ngurah Alit</given-names></name>
                <name><surname>Agung</surname><given-names>I Gusti Ayu Ari</given-names></name>
                <name><surname>Tamba</surname><given-names>I Made</given-names></name>
                </person-group>
                <year>2018</year>
                <source>Analisis SWOT (Kajian Perencanaan Mode, Strategi, dan Pengembangan Usaha)</source>
                <publisher-loc>Denpasar</publisher-loc>
                <publisher-name>Universitas Mahasaraswati Press</publisher-name>
            </element-citation>
            </ref>
    </ref-list>
</back>

</article>
